Tips Cegah Pendarahan Usai Melahirkan
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Melahirkan adalah momen paling membahagiakan dalam hidup seorang ibu. Namun di balik rasa bahagia itu, ada risiko kesehatan yang perlu diwaspadai salah satunya adalah pendarahan setelah melahirkan atau perdarahan pasca melahirkan.
Kondisi ini bisa terjadi karena rahim tidak berkontraksi dengan baik setelah bayi dan plasenta keluar, atau karena adanya robekan pada jalan lahir. Meski pendarahan ringan tergolong normal, tetapi bila jumlah darah yang keluar terlalu banyak, kondisi ini bisa berbahaya dan memerlukan penanganan medis segera.
Agar terhindar dari risiko tersebut, berikut beberapa tips penting untuk mencegah pendarahan setelah melahirkan, dikutip Holopis.com dari Alodokter Kementerian Kesehatan RI.
1. Rutin Melakukan Pemeriksaan Kehamilan
Langkah pertama dan paling penting adalah memeriksakan diri secara rutin ke dokter kandungan atau bidan selama masa kehamilan. Dengan pemeriksaan rutin, dokter bisa mengetahui lebih awal jika ada kondisi yang berpotensi meningkatkan risiko pendarahan, seperti anemia, kelainan plasenta, atau gangguan pembekuan darah.
2. Menjaga Berat Badan dan Pola Makan Sehat
Berat badan berlebih selama hamil dapat meningkatkan risiko komplikasi, termasuk pendarahan. Karena itu, penting untuk mengatur pola makan bergizi seimbang dengan memperbanyak konsumsi sayur, buah, protein, dan zat besi.
Nutrisi yang cukup akan menjaga daya tahan tubuh sekaligus memperkuat otot rahim agar lebih mudah berkontraksi setelah melahirkan.
3. Persiapkan Persalinan dengan Baik
Pendarahan bisa diminimalkan dengan perencanaan persalinan yang matang. Pilih fasilitas kesehatan yang memadai, tenaga medis berpengalaman, dan diskusikan dengan dokter tentang metode persalinan yang paling aman sesuai kondisi ibu dan bayi.
4. Istirahat yang Cukup Setelah Melahirkan
Setelah persalinan, tubuh ibu membutuhkan waktu untuk pulih. Hindari aktivitas berat, terutama dalam beberapa minggu pertama. Istirahat yang cukup membantu proses penyembuhan luka dan mempercepat rahim kembali ke ukuran normal, sehingga mengurangi risiko pendarahan berlebihan.
5. Menyusui Secara Teratur
Selain memberi nutrisi terbaik untuk bayi, menyusui juga bermanfaat besar bagi ibu. Saat menyusui, tubuh akan memproduksi hormon oksitosin, yang membantu rahim berkontraksi dan menghentikan perdarahan.
Karena itu, menyusui secara rutin sangat dianjurkan sejak dini, kecuali ada kondisi medis tertentu yang mengharuskan penundaan.
6. Konsumsi Makanan Bergizi dan Cukupi Cairan
Setelah melahirkan, tubuh kehilangan banyak darah dan energi. Untuk membantu proses pemulihan, konsumsi makanan kaya zat besi seperti daging merah, hati ayam, bayam, dan kacang-kacangan. Tambahkan juga vitamin C agar penyerapan zat besi lebih optimal.
Jangan lupa minum air putih yang cukup setiap hari agar tubuh tetap terhidrasi dan proses pemulihan berjalan lancar.
7. Jaga Kebersihan Area Kewanitaan
Setelah melahirkan, area kewanitaan lebih rentan terhadap infeksi. Infeksi pada rahim atau jalan lahir bisa memicu pendarahan sekunder. Karena itu, penting untuk selalu menjaga kebersihan area tersebut misalnya dengan rutin mengganti pembalut nifas, mencuci tangan sebelum dan sesudah membersihkan diri, serta memastikan luka jahitan tetap kering dan bersih.
8. Waspadai Tanda Bahaya dan Segera ke Dokter
Jika ibu mengalami pendarahan hebat, keluar gumpalan darah besar, pusing, lemas, atau demam tingg segera hubungi dokter. Tanda-tanda ini bisa menunjukkan adanya komplikasi serius yang membutuhkan penanganan segera.
Pendarahan setelah melahirkan memang bisa terjadi, tetapi risiko tersebut dapat diminimalkan dengan perawatan dan persiapan yang tepat. Mulai dari menjaga kesehatan selama hamil, menyusui secara teratur, hingga memperhatikan tanda bahaya setelah persalinan.