Setelah persalinan, tubuh ibu membutuhkan waktu untuk pulih. Hindari aktivitas berat, terutama dalam beberapa minggu pertama. Istirahat yang cukup membantu proses penyembuhan luka dan mempercepat rahim kembali ke ukuran normal, sehingga mengurangi risiko pendarahan berlebihan.
5. Menyusui Secara Teratur
Selain memberi nutrisi terbaik untuk bayi, menyusui juga bermanfaat besar bagi ibu. Saat menyusui, tubuh akan memproduksi hormon oksitosin, yang membantu rahim berkontraksi dan menghentikan perdarahan.
Karena itu, menyusui secara rutin sangat dianjurkan sejak dini, kecuali ada kondisi medis tertentu yang mengharuskan penundaan.
6. Konsumsi Makanan Bergizi dan Cukupi Cairan
Setelah melahirkan, tubuh kehilangan banyak darah dan energi. Untuk membantu proses pemulihan, konsumsi makanan kaya zat besi seperti daging merah, hati ayam, bayam, dan kacang-kacangan. Tambahkan juga vitamin C agar penyerapan zat besi lebih optimal.
Jangan lupa minum air putih yang cukup setiap hari agar tubuh tetap terhidrasi dan proses pemulihan berjalan lancar.
7. Jaga Kebersihan Area Kewanitaan
Setelah melahirkan, area kewanitaan lebih rentan terhadap infeksi. Infeksi pada rahim atau jalan lahir bisa memicu pendarahan sekunder. Karena itu, penting untuk selalu menjaga kebersihan area tersebut misalnya dengan rutin mengganti pembalut nifas, mencuci tangan sebelum dan sesudah membersihkan diri, serta memastikan luka jahitan tetap kering dan bersih.
8. Waspadai Tanda Bahaya dan Segera ke Dokter
Jika ibu mengalami pendarahan hebat, keluar gumpalan darah besar, pusing, lemas, atau demam tingg segera hubungi dokter. Tanda-tanda ini bisa menunjukkan adanya komplikasi serius yang membutuhkan penanganan segera.

