HOLOPIS.COM, JAKARTA – Jumlah pelanggaran lalu lintas di Indonesia masih tergolong tinggi. Data Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat, dalam tiga bulan terakhir saja, ada 639.739 pelanggaran lalu lintas yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia.
Dari jumlah tersebut, pengendara usia produktif (26–45 tahun) menjadi kelompok yang paling banyak melanggar aturan di jalan. Pelanggaran paling banyak dilakukan oleh pengguna sepeda motor, mulai dari tidak memakai helm hingga melanggar rambu lalu lintas.
Korlantas mengungkapkan bahwa penindakan terhadap pelanggaran dilakukan melalui dua cara, yakni tilang manual dan tilang elektronik (ETLE). Saat ini, sistem ETLE menjadi fokus utama dalam penegakan hukum lalu lintas, meski tilang manual masih diterapkan di beberapa wilayah.
“Secara ideal, 95 persen penindakan dilakukan lewat ETLE, dan hanya sekitar 5 persen lewat tilang manual. Namun, kenyataannya di lapangan, tilang manual masih cukup tinggi,” ujar Kabagops Korlantas Polri Kombes Pol Aries Syahbudin, dikutip Holopis.com dari situs resmi Korlantas Polri, Kamis (13/11/2025).
Untuk memperkuat pengawasan, Korlantas akan memperluas penggunaan perangkat ETLE handheld di daerah yang belum memiliki kamera ETLE statis. Dengan cara ini, petugas di lapangan bisa menindak pelanggaran secara digital tanpa perlu menulis tilang secara manual.
“Koordinasi sudah dilakukan dengan Direktorat Penegakan Hukum. Tilang manual tetap digunakan, tapi porsinya kecil dan hanya untuk pelanggaran yang benar-benar perlu ditindak langsung,” tambah Aries.
Sementara itu, dalam waktu dekat Korlantas juga akan melaksanakan Operasi Zebra 2025 yang digelar serentak di seluruh Indonesia mulai 17 November hingga 30 November 2025. Operasi selama dua pekan ini menjadi bagian dari persiapan menuju Operasi Lilin Nataru 2025.
“Operasi Zebra bukan sekadar penegakan hukum, tapi juga untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih tertib dan selamat di jalan,” jelas Aries.
Melalui langkah ini, Korlantas berharap tingkat pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas bisa ditekan, serta tercipta kondisi jalan yang aman, tertib, dan lancar menjelang musim libur panjang akhir tahun.


