HOLOPIS.COM, JAKARTA – Rumah tua di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi salah satu lokasi wisata horor yang cukup populer. Rumah ini dikenal luas setelah digunakan sebagai lokasi syuting film “Pengabdi Setan” tahun 2017.
Berada di area perkebunan milik PT Perkebunan Nusantara VIII, tepatnya di Desa Margamukti, bangunan ini dulunya merupakan rumah dinas peninggalan masa kolonial Belanda.
Keberadaan bangunan tua ini menarik perhatian banyak pengunjung karena suasananya yang masih terjaga dan terkesan mencekam. Lingkungan sekitar rumah dikelilingi oleh pepohonan pinus yang lebat, sehingga menambah kesan sunyi dan dingin, terutama saat memasuki sore menuju malam. Hal ini kemudian memperkuat citra rumah tersebut sebagai lokasi yang identik dengan nuansa horor.
Sejarah dan Kisah Mistis Rumah Tua “Pengabdi Setan”
Rumah ini dibangun pada era kolonial sebagai tempat tinggal pegawai perkebunan masa itu. Dengan arsitektur yang khas dan ukuran rumah yang cukup besar, bangunan ini mencerminkan gaya hunian masa Belanda. Seiring berjalannya waktu, rumah tersebut tidak lagi digunakan sebagai tempat tinggal, namun tetap berdiri dan dirawat sehingga bentuk asli bangunan tidak banyak berubah.
Seiring meningkatnya kunjungan wisata di rumah ini, kemudian mulai muncul berbagai cerita mengenai kejadian yang dianggap berhubungan dengan aktivitas mistis. Beberapa pengunjung dan penjaga lokasi mengaku sering mendengar suara anak-anak yang terdengar bermain di dalam rumah meski tidak ada orang.
Selain itu ada pula cerita tentang penampakan wanita berwajah pucat yang dikaitkan dengan sosok penghuni rumah zaman dahulu. Ada pula cerita tentang bayangan yang tampak melintas di beberapa bagian rumah, khususnya dekat jendela dan dapur.
Meski Cerita-cerita tersebut tidak dapat dibuktikan secara ilmiah, namun tetap menjadi bagian dari daya tarik wisata horor di lokasi ini.
Dijadikan Destinasi Wisata Horor
Setelah digunakan sebagai lokasi syuting film “Pengabdi Setan”, rumah ini mulai ramai dikunjungi. Banyak wisatawan datang untuk melihat langsung suasana rumah dan mengambil foto. Pengunjung yang tertarik dengan wisata horor dapat merasakan atmosfer bangunan tua yang masih dipertahankan bentuk dan tata letaknya.
Namun, pihak pengelola dan warga setempat mengingatkan agar pengunjung tetap menjaga sikap, kesopanan, serta tidak merusak fasilitas maupun lingkungan sekitar.


