Ia mengingatkan bahwa sejak krisis ekonomi 1998, UMKM dan peternakan rakyat terbukti menjadi tulang punggung ekonomi bangsa.
Dari sisi kebijakan, Hasbi Al-Islahi menyoroti pentingnya dukungan terhadap BUMN Peternakan agar mampu menjaga kecukupan protein hewani. Ia menegaskan perlunya regulasi yang kuat dan kepemimpinan oleh tenaga ahli di bidang peternakan.
“BUMN ini tidak akan besar jika tidak dipimpin oleh sarjana peternakan,” tegasnya.
Sesi tanya jawab berlangsung dinamis. Peserta menyoroti isu monopoli bibit unggas di Mataram hingga strategi pengembangan usaha sapi potong yang efisien dan berkelanjutan.
Para narasumber memberikan jawaban berdasarkan pengalaman nyata di lapangan, mencerminkan tantangan sekaligus potensi besar sektor ini.
Sebagai penutup, peserta membacakan Deklarasi Sumpah Peternak Rakyat Indonesia, simbol tekad bersama untuk memperjuangkan kemajuan peternakan nasional.
Kegiatan ISMAPETI tahun ini menegaskan bahwa peternakan bukan sekadar penopang, melainkan bagian tak terpisahkan dari kemandirian pangan Indonesia. Dengan semangat kolaboratif antara akademisi, praktisi, dan mahasiswa, sektor ini diharapkan mampu berdiri tegak sebagai garda depan ekonomi rakyat.


