HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kegiatan yang digelar Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (ISMAPETI) tahun ini pada 31 Oktober hingga 3 November 2025, menjadi ruang refleksi penting bagi masa depan sektor peternakan Tanah Air.
Tak sekadar ajang temu mahasiswa, dalam pantauan Holopis.com, acara ini diwarnai diskusi hangat tentang arah pembangunan peternakan Indonesia dan peran strategis generasi muda dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Sahrul, salah satu pengurus ISMAPETI, menyebut kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menegaskan kembali posisi peternakan di tengah dinamika pembangunan nasional.
“Peternakan bukan bidang yang dianaktirikan; pertanian dan peternakan harus berjalan seimbang,” ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan oleh Idat dan Iyep, yang menilai organisasi seperti ISMAPETI dan HIMAPETI memegang peran vital dalam menjaga eksistensi dunia peternakan.
“Hanter tidak bisa berdiri kokoh tanpa adanya kita, dan ISMAPETI juga sangat penting,” kata Iyep, menekankan pentingnya kolaborasi antarmahasiswa dan praktisi peternakan.
Dalam sesi talkshow bertema Ketahanan Pangan Nasional, hadir sejumlah narasumber berpengalaman. Salah satunya Ilman, S.Pt., pendiri Bima Jaya Farm yang kini juga mengelola pabrik pupuk di Jawa Timur.
Ia membagikan kisahnya tentang sinergi inovasi di sektor pertanian dan peternakan sebagai kunci menghadapi tantangan pangan nasional.
Timbul Sihombing menambahkan bahwa peternakan rakyat memiliki peran penting dalam penerapan teknologi. Ia mengajak peserta merenungkan apakah produk unggas seperti telur ayam sudah menjadi prioritas nasional.
“Sektor unggas adalah bentuk nyata kontribusi peternakan terhadap ketahanan pangan,” ujarnya.
Sementara itu, Setya Winarni menegaskan peternak rakyat mandiri adalah lokomotif ekonomi pedesaan yang turut menjaga stabilitas pangan nasional.


