Stop Sakiti Diri Sendiri! Begini Cara Keluar dari Hubungan Toxic
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Menjalani hubungan seharusnya membuat seseorang merasa aman, dihargai, dan diterima apa adanya. Namun, tidak semua hubungan berjalan seperti itu.
Ada hubungan yang justru membuat kita merasa tertekan, lelah secara emosional, bahkan kehilangan jati diri. Kondisi ini sering dikenal sebagai toxic relationship atau hubungan toxic.
Hubungan toxic bukan selalu ditandai dengan pertengkaran yang besar. Kadang, bentuknya lebih halus, seperti komentar yang merendahkan, sikap mengontrol, hingga membuat kita merasa bersalah setiap kali ingin menjadi diri sendiri.
Bila hubungan membuat kita lebih sering menangis daripada tersenyum, itu bisa menjadi tanda bahwa ada yang harus dievaluasi.
Jika kamu merasa bahwa hubungan yang saat ini dijalani tidak membuatmu bahagia atau terperangkap dalam hubungan toxic, berikut cara yang dapat kamu lakukan untuk keluar dari hubungan tersebut dikutip Holopis.com dari berbagai sumber.
1. Kenali Tanda Hubungan Toxic
Langkah pertama adalah menyadari bahwa hubungan tersebut memang tidak sehat. Ciri hubungan toxic antara lain:
- Kamu sering disalahkan meski bukan kamu yang salah.
- Pasangan mengontrol pergaulan, gaya berpakaian, dan pilihanmu.
- Komunikasi dipenuhi kata kasar, meremehkan, atau manipulasi.
- Kamu merasa takut, gelisah, atau kehilangan kepercayaan diri.
Menyadari tanda-tandanya akan membuat kamu lebih kuat dalam menentukan langkah selanjutnya.
2. Beri Jarak untuk Menenangkan Pikiran
Sebelum mengambil keputusan besar, cobalah memberi diri sendiri ruang. Tidak perlu langsung memutuskan hari ini juga. Kamu bisa mulai dengan mengurangi komunikasi yang tidak perlu, menghabiskan waktu dengan teman, atau sekadar memberi jeda agar pikiranmu lebih jernih. Jarak akan membantu kamu melihat situasi dengan lebih objektif.
3. Buat Keputusan dengan Tegas
Jika hubungan tersebut sudah jelas membawa dampak buruk, kamu perlu membuat keputusan yang tegas. Memang berat, terutama jika kamu sudah lama berhubungan atau masih memiliki rasa sayang.
Namun, rasa sayang tidak seharusnya membuat kamu membiarkan dirimu terluka terus-menerus. Ingat, hubungan yang sehat berasal dari dua orang yang sama-sama mau memperbaiki. Jika hanya kamu sendirian yang berjuang, hubungan itu tidak lagi seimbang.
4. Siapkan Rencana untuk Mengakhiri Hubungan
Mengakhiri hubungan tidak harus dilakukan secara tergesa-gesa. Kamu bisa menyusun rencana agar prosesnya berjalan aman dan tidak semakin melukai diri sendiri. Misalnya:
-
- Tentukan waktu yang tepat untuk berbicara.
- Pilih tempat yang netral dan tenang.
- Pastikan kamu berada dalam kondisi emosional yang stabil.
- Minta dukungan teman atau keluarga.
Hal ini penting terutama jika pasanganmu memiliki sifat manipulatif atau mudah marah.
5. Fokus pada Penyembuhan dan Pemulihan Diri
Setelah hubungan berakhir, berikan waktu untuk healing. Kembalikan perhatianmu kepada diri sendiri:
- Lakukan hobi yang sempat kamu tinggalkan.
- Bertemu orang-orang yang mendukungmu.
- Melatih afirmasi positif untuk meningkatkan rasa percaya diri.
Ingat, berakhirnya hubungan toxic bukan kegagalan. Justru itu adalah langkah besar menuju kehidupan yang lebih sehat dan bahagia.
Mengakhiri hubungan toxic adalah bentuk keberanian. Kamu berhak untuk hidup damai dan dicintai dengan cara yang baik. Jangan takut untuk mengambil keputusan yang melindungi kesehatan mental dan emosimu. Ketika kamu memilih dirimu sendiri, kamu sedang belajar mencintai diri dengan lebih baik.