Kemudian, ia menambahkan faktor lain yang jadi sentimen pendukung menguatnya kurs rupiah karena spekulasi berkelanjutan dari sebagian besar investor. Harapan investor itu bahwa bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve System atau The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember.
Prediksi langkah The Fed itu karena serangkaian data sektor swasta yang melemah.
Berdasarkan data pekerjaan Challenger memperlihatkan AS mengalami gelombang pemutusan hubungan kerja atau PHK terburuk dalam 20 tahun terakhir pada Oktober 2025. Dari dinamika itu, memunculkan spekulasi The Fed kemungkinan memangkas suku bunga untuk mencegah pelemahan pasar tenaga kerja lebih lanjut.
- Advertisement -

