HOLOPIS.COM, JAKARTA – Seruan dunia internasional menentang aksi kebrutalan Israel terhadap rakyat Gaza, Palestina digaungkan dalam forum Konferensi Asia-Pasifik untuk Palestina 2025. Konferensi itu berlangsung di Jakarta, 7–8 November 2025.
Perwakilan Negara Asia Pasifik yang hadir itu mewakili pemerintah, parlemen, organisasi masyarakat sipil, lembaga kemanusiaan, tokoh agama, hingga gerakan solidaritas.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, menjelaskan konferensi itu menghasilkan kesepakatan antara lain perkuat kerja sama gerakan Global Coalition for Al-Quds and Palestine (GCAP) di Asia Pasifik. Kesekapatan lain yaitu Indonesia dijadikan sebagai pusat gerakan.
Menurut Prof Sudarnoto, aksi genosida yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza telah menelan puluhan ribu jiwa warga sipil. Sebagian besar korban kebidaban Israel merupakan perempuan dan anak-anak.
Imbas aksi Israel juga menyebabkan jutaan warga Palestina terpaksa mengungsi. Bencana kemanusiaan muncul karena rakyat Palestina kelaparan lantaran Israel melakukan aksi blokade menutup akses bantuan.
Selain itu, infrastruktur vital di Palestina seperti sekolah hingga rumah sakit juga rusak parah.

Prof Sudarnono mengatakan dengan merujuk sejumlah pedoman seperti Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (1945), hingga Konvensi Jenewa (1949), bahwa perlindungan warga sipil dan hak semua bangsa atas penentuan nasib sendiri.
Menurut dia, rakyat Palestina dalam kondisi mendapat perlakuan tidak adil. Puluhan tahun mengalami penjajahan oleh Israel.

