Nezar menegaskan bahwa literasi digital bukan hanya soal tahu cara menggunakan teknologi, tapi juga memahami dampak sosial, etika, dan psikologisnya, terutama pada anak-anak yang tumbuh di era digital.
“Kalau kita ingin generasi masa depan cerdas dan kreatif, maka mereka harus bisa berpikir bukan sekadar mengikuti algoritma,” tutupnya.
- Advertisement -

