Tiktok Dongkrak Industri Musik Melalui Tren Speed Up
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Dalam beberapa tahun terakhir tren lagu “speed-up” semakin ramai di berbagai platform media sosial, terutama TikTok. Tren ini membuat banyak lagu lama maupun baru kembali viral dan menduduki puncak tangga lagu global.
Beberapa lagu yang ikut terdongkrak popularitasnya lewat versi remix cepat ini di antaranya “Escapism” milik Raye, “Bad Habit” dari Steve Lacy, dan “Them Changes” karya Thundercat.
Versi “speed-up” dari lagu-lagu tersebut sukses meraih jutaan streaming di Spotify dan YouTube, berkat kreativitas pengguna yang mengedit dan membagikannya di TikTok.
Asal-Usul Tren “Speed-Up” dan Nightcore
Menurut laporan NME yang dikutip Holopis.com, tren remix “speed-up” ini dikenal juga dengan istilah “nightcore”, yang pertama kali diperkenalkan oleh duo DJ asal Norwegia pada tahun 2010.
Mereka menciptakan sub-genre musik dengan cara mempercepat tempo lagu dan menaikkan nada vokal, menghasilkan nuansa lebih energik dan intens yang menjadi ciri khas yang kini melekat pada tren musik digital masa kini.
Produser sekaligus penyanyi Oliver Tree menilai, perubahan tren musik merupakan hal yang wajar seiring dengan perubahan zaman.
“Musik yang menjadi soundtrack bagi anak muda tahun 60-an tentu tidak akan terasa relevan bagi anak muda di 2023,” ujarnya.
Peran TikTok dan Kreativitas Pengguna
Tren ini tak lepas dari peran besar TikTok sebagai wadah eksplorasi musik baru. Clive Rozario, Program Manager Global Music TikTok, mengungkapkan bahwa platform ini mendorong pengguna untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga kreator.
“Orang nggak cuma datang ke TikTok buat mengonsumsi, tapi juga buat berkreasi,” jelas Rozario.
Ia juga menambahkan, popularitas tren remix cepat ini membuat banyak artis dan label musik ikut beradaptasi.
“Kita sudah melihat semakin banyak remix yang dipercepat atau diperlambat diluncurkan di TikTok, lalu dirilis secara resmi,” lanjutnya.
Nightcore: Dari Tren Internet ke Industri Musik
Fenomena ini menunjukkan bagaimana nightcore dan remix speed-up bukan lagi sekadar tren internet, melainkan strategi promosi musik yang efektif di era digital.
Banyak pengguna TikTok menjadikan lagu-lagu versi cepat ini sebagai latar video, menciptakan ribuan konten viral yang memperluas jangkauan lagu secara organik.
Survei singkat di halaman For You Page (FYP) TikTok juga membuktikan bahwa tren nightcore masih kuat hingga kini. Dengan daya tariknya yang dinamis, versi “speed-up” berhasil merepresentasikan energi dan kecepatan dunia digital saat ini, sekaligus menjadi simbol bagaimana media sosial membentuk arah baru dalam industri musik global.