KPOP4PLANET Desak Lima Raksasa K-Pop Segera Terapkan Standar Konser Hijau


Oleh : Dede Suhadi

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gelombang K-pop, fenomena budaya yang menyatukan 75 juta penggemar di seluruh dunia, kini menghadapi musuh yang tak terlihat krisis iklim. Menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Iklim COP30 di Brasil, jutaan penggemar K-pop telah mengubah sorak-sorai mereka menjadi tuntutan, mendesak industri untuk membersihkan panggung dari jejak karbon.

Kritik tajam ini dirangkum dalam analisis terbaru KPOP4PLANET, bertajuk “Konser K-pop Rendah Karbon: Bernyanyi Bersama untuk Masa Depan Kita.” Laporan tersebut menunjuk lima raksasa K-pop—CJ ENM, HYBE, JYP, SM, dan YG—sebagai pihak yang masih tertinggal jauh dalam praktik berkelanjutan.

Kampanye ini, dijuluki ‘K-pop Carbon Hunters’, secara efektif memposisikan penggemar sebagai pihak yang menuntut idola mereka agar menyelaraskan pengaruh global dengan aksi nyata lingkungan.

Kontradiksi antara popularitas global dan dampak lingkungan menjadi inti masalah. Penelitian oleh organisasi non-profit Inggris, Julie’s Bicycle, memberikan data mengejutkan: sekitar 73% emisi industri musik berasal dari penampilan langsung, sebuah fakta yang sangat relevan mengingat tur masif BTS dan BLACKPINK. Jumlah emisi ini diperkirakan setara dengan yang dihasilkan oleh sekitar 92.000 mobil per tahun.

“Bencana alam yang semakin sering terjadi seharusnya menjadi alarm memburuknya krisis iklim. Konser rendah karbon merupakan jalan untuk industri K-pop menunjukkan kepeduliannya terhadap masa depan K-pop, bumi kita, dan generasi mendatang,” kata Nunik, ambassador Klimates KPOP4PLANET Indonesia dan leader fanbase My Day Jars Social Project.

Di satu sisi, artis global seperti Coldplay dan Billie Eilish telah membuktikan bahwa konser hijau bisa terwujud. Di sisi lain, KPOP4PLANET menemukan bahwa perusahaan K-pop mayoritas hanya memiliki komitmen di atas kertas tanpa target waktu yang spesifik dan terukur.

Satu-satunya pengecualian adalah YG Entertainment, yang berbekal penunjukan BLACKPINK sebagai duta COP26 pada 2021, telah merilis laporan dengan komitmen beralih ke konser berkelanjutan pada tahun 2030.

“Kami berharap konser Blackpink selanjutnya dapat dilaksanakan dengan rendah emisi karbon, seperti kata BLACKPINK ‘Climate Action in Your Area!’” ujar Jevon Christian, leader dari fanbase Blink Official Indonesia.l

Didukung oleh organisasi seperti Music Sustainability Alliance dan Music Declares Emergency, laporan ini menyerukan adopsi lima praktik terbaik sebagai standar wajib berupa transparansi emisi, beralih ke energi terbarukan (surya dan angin), memanfaatkan platform idola untuk pesan iklim, menghilangkan plastik sekali pakai, dan meminimalkan emisi perjalanan kru dan penonton.

“Kami pernah hidup di dunia tanpa penampilan langsung idola selama pandemi, kami tidak akan membiarkan krisis iklim membuat kami mengalaminya lagi,” tegas Nayeon Kim, Juru Kampanye KPOP4PLANET di Korea Selatan.

Kini, bola ada di tangan para agensi. Kampanye ini bukan hanya tentang konser; ini adalah ujian reputasi bagi industri yang berambisi menjadi pemimpin budaya global, apakah mereka akan dikenang sebagai pelopor keberlanjutan atau sebagai kontributor krisis yang dihindari oleh artis internasional.

Tampilan Utama