HOLOPIS.COM, JAKARTA – Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 telah membuka tirainya sebagai perayaan akbar mode sekaligus penegasan posisi Jakarta sebagai destinasi wisata gaya hidup Muslim terdepan di dunia.
Acara yang berlangsung meriah di Balai Kartini, 6–9 November, ini menyuguhkan lebih dari sekadar fashion show; tapi juga menawarkan pengalaman immersi total ke dalam kekayaan budaya kreatif Indonesia.
Puncak perhatian publik tercurah pada parade runway yang menampilkan formasi unik yaitu para pejabat tinggi negara. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, yang dikenal sangat mendukung industri lokal, tak hanya berpidato tetapi tampil langsung di catwalk.
Kehadirannya bersama lima Wakil Menteri lainnya termasuk Wamen Pariwisata, Ni Luh Puspa menggarisbawahi komitmen pemerintah menjadikan modest fashion Indonesia sebagai aset budaya dan daya tarik pariwisata baru.
JMFW bukan sekadar urusan jahit menjahit, melainkan panggung budaya yang menarik ribuan mata ke Jakarta. Ini adalah kesempatan emas untuk merasakan langsung bagaimana fesyen Muslim terjalin erat dengan seni, batik, dan perhiasan otentik Indonesia.
Bagi para wisatawan yang mencari pengalaman belanja yang berbeda, area booth Kementerian Ekraf menjadi titik wajib kunjung. Di sini, pengunjung disuguhi kurasi jenama-jenama lokal unggulan yang memamerkan inovasi desain dan kriya berkualitas tinggi.
Jenama seperti Bigboylooksgood, Djadi Batik, dan Manika Jewellery menawarkan perjalanan visual dari tekstil tradisional hingga aksesori modern. Pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan para kreator, memahami filosofi di balik motif batik, atau bahkan menemukan perhiasan unik yang terinspirasi dari warisan nusantara.
Wamen Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, menekankan bahwa acara ini membuka jalan bagi produk lokal untuk menjadi souvenir unggulan yang dibawa pulang oleh turis internasional.
“Ini adalah etalase terbaik kita. Setiap helai kain, setiap ukiran perhiasan, menceritakan kisah Indonesia. Kami ingin wisatawan tidak hanya datang melihat keindahan alam, tetapi juga membawa pulang sepotong kekayaan kreatif kita,” kata Wamen Perdagangan, memperkuat posisi modest fashion sebagai bagian integral dari narasi pariwisata Indonesia.
JMFW 2026 telah sukses memposisikan diri sebagai event yang harus masuk dalam agenda perjalanan (travel agenda) global, menyajikan perpaduan antara kemewahan high fashion dan akar budaya Indonesia yang mendalam, menjadikannya sebuah petualangan gaya hidup yang benar-benar unik.


