Ekonomi Kreatif Jadi Pilar Baru RI: Investasi Tembus Rp90 Triliun dalam Setengah Tahun

6 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sektor ekonomi kreatif (ekraf) Indonesia mencatatkan kinerja fenomenal di paruh pertama tahun 2025, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) melampaui Rp1.500 triliun dan mencetak rekor penyerapan 26,47 juta tenaga kerja, mayoritas dari kalangan muda.

Laporan yang disampaikan Menteri Ekraf/Kepala Badan Ekraf Teuku Riefky Harsya kepada Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/11/2025). Hal ini menegaskan bahwa ekraf kini resmi menjadi salah satu pilar utama perekonomian nasional.

- Advertisement -

“Ekonomi kreatif terbukti tangguh menghadapi dinamika global,” ujar Menteri Ekraf. Ia mengungkapkan bahwa laju pertumbuhan PDB sektor ini mencapai 5,69 persen, melampaui target tahunan.

Data menunjukkan lonjakan signifikan dalam investasi, di mana sektor ekraf berhasil menarik modal hingga Rp90,1 triliun dalam enam bulan pertama, setara 66 persen dari target tahun 2025. Angka ini menandai tingginya kepercayaan investor terhadap potensi subsektor kreatif.

- Advertisement -

Lima negara teratas yang menanamkan modal terbesar adalah Singapura, Hong Kong, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Secara domestik, Jakarta memimpin sebagai destinasi investasi utama dengan nilai Rp25,97 triliun, diikuti Jawa Timur dan Jawa Barat. Subsektor yang menjadi daya tarik tertinggi bagi para investor meliputi aplikasi, fesyen, kriya, dan kuliner.

Selain investasi, ekspor produk kreatif juga mencatatkan rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir, mencapai USD 12,9 miliar, atau 49 persen dari target tahunan. Subsektor fesyen (USD 7,09 miliar) dan kriya (USD 5,01 miliar) menjadi penyumbang utama.

Menteri Ekraf juga menyoroti peran strategis pasar global, di mana Amerika Serikat tetap menjadi pasar utama, sementara Swiss, Jepang, dan Uni Emirat Arab menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

Menghadapi tahun 2026, Kementerian Ekraf menetapkan target ekspor ambisius sebesar USD 27,85 miliar, yang akan dicapai melalui program “Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK)” dan kampanye Creative by Indonesia.

“Kita ingin ekspor kreatif Indonesia tidak hanya kuat di Asia, tetapi juga berpengaruh di panggung global,” tegas Menteri Ekraf.

Sebagai bagian dari langkah strategis, Indonesia akan kembali menjadi tuan rumah World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026, yang diharapkan akan mempertegas posisi Indonesia sebagai pusat ekosistem kreatif global.

Selain itu, Kementerian Ekraf tengah menyiapkan insentif untuk subsektor film, gim, dan aplikasi. Penguatan fondasi jangka panjang diwujudkan melalui inisiasi penyusunan Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045, yang akan menjadi panduan strategis nasional.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
6 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis