HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto mengingatkan bahwa ancaman penyalahgunaan narkotika di Indonesia semakin berat. Hal itu disampaikan dalam Pertemuan Nasional Organisasi Kemasyarakatan Dalam Rangka Penguatan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika), pada Rabu (05/11).
Menurut Suyudi, bandar narkoba kini semakin lihai dalam menyamarkan peredaran barang haram tersebut. Tak hanya dalam bentuk yang umum ditemui seperti ganja, sabu, atau ekstasi, tetapi kini narkotika juga dikemas dalam berbagai bentuk yang lebih sulit dideteksi, termasuk makanan ringan dan rokok elektrik.
“Tantangan kita kedepan semakin berat tentunya menghadapi ini, apalagi narkoba sekarang semakin beraneka ragam. Bandar-bandar jahat semakin licik, semakin lihai, memasuki narkotika ke beberapa jenis wujud, baik permen, minuman-minuman, happy water, apapun itu namanya, makanan-makanan ringan, termasuk juga rokok-rokok elektrik,” ujar Suyudi dikutip Holopis.com dari YouTube Info BNN RI pada Kamis (06/11/2025).
Suyudi menjelaskan bahwa bentuk narkotika kini tidak hanya berupa tumbuhan atau bubuk, melainkan banyak dibuat secara sintetis dalam bentuk cairan (liquid) yang dimasukkan ke dalam cartridge rokok elektrik. Harga barang-barang tersebut pun tidak murah, sehingga peredarannya menyasar kalangan tertentu.
“Dulu kita hanya mengenal ada ganja, kokain, morfin, ekstasi, heroin. Sekarang ada tandingannya yang tidak kalah bahayanya, dalam bentuk sintetis, dalam bentuk chemical, liquid, yang dimasukkan ke dalam rokok-rokok elektrik,” jelasnya.
Dalam penelusuran terbaru, BNN telah melakukan uji laboratorium terhadap ribuan sampel cairan rokok elektrik. Hasilnya menunjukkan adanya kandungan narkotika yang berpotensi berbahaya.
“BNN beberapa waktu yang lalu mengambil 3.240 sampel. 21 di antaranya adalah narkotika, dan 23 di antaranya adalah etomedian, dan juga sebentar lagi akan menjadi golongan narkotika yang sudah pasti sangat berbahaya,” tegasnya.
Sebelumnya, BNN bersama Korps Brimob Polda Metro Jaya melakukan penggerebekan di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Rabu (05/11/2025). Dalam penggerebekan itu, petugas mengamankan 18 orang yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba.
Salah satu pelaku berinisial MFE ditangkap saat sedang mengendarai sepeda motor, sedangkan 17 orang lainnya ditangkap di sebuah rumah kos. Dari lokasi, petugas menyita sejumlah barang bukti seperti sabu, ekstasi, alat hisap, timbangan digital, plastik klip, serta uang tunai.
Operasi tersebut disebut sebagai bagian dari upaya penindakan jaringan pengedar narkotika yang memanfaatkan wilayah padat penduduk sebagai tempat distribusi barang haram.
Suyudi menegaskan bahwa BNN akan terus memperkuat sinergi dengan Polri, TNI, serta organisasi kemasyarakatan dalam rangka menekan peredaran gelap narkoba di Indonesia.

