HOLOPIS.COM, JAKARTA – Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) kabarnya berencana bakal mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) atas sanksi FIFA soal pemalsuan dokumen 7 pemain naturalisasi Timnas Malaysia. Tapi langkah itu dianggap beresiko, bahkan FAM diminta untuk sebaiknya mengakui kesalahan.
Seperti yang telah diketahui sebelumnya, bahwa FIFA secara resmi telah menolak banding yang diajukan FAM untuk kasis tersebut. Dengan keputusan itu, maka sanksi dari FIFA tetap berlaku.
Ada pun kasus pemalsuan dokumen itu terkait dengan 7 pemain naturalisasi Timnas Malaysia, yang akibatnya adalah FAM didenda FIFA sebesar 350 ribu Swiss Franc atau setara Rp 7,3 miliar, lalu FIFA juga memberikan sanksi bermain kepada ketujuh pemain itu dengan larangan bermain 12 bulan atau setahun.
FAM kemudian mengajukan banding ke FIFA, tapi ditolak, hingga akhirnya berencana untuk mengajukan banding ke CAS. Akan tetapi, hal itu mendapat kritik dari eks Sekretaris Jenderal FAM yakni Datuk Seri Azzuddin Ahmad.
Azzuddin menyampaikan bahwa mengajukan banding ke CAS bukan langkah terbaik untuk FAM.
“FIFA sudah menolak banding FAM. Sesuai prosedur, hanya ada satu jalan terakhir yang tersisa; CAS,” ucap Azzuddin seperti dikutip Holopis.com dari News Straits Times.
“Apakah FAM memutuskan untuk melanjutkan atau tidak, terserah mereka, tapi menurut saya itu bukan tindakan terbaik,” sambungnya.
“Implikasinya adalah organisasi kami dapat ditangguhkan. jika itu terjadi, semuia kegiatan sepakbola M-League, akan segera terhenti,” tambahnya.
“Itu hal terakhir yang mau saya lihat. Untuk sekarang, kita masih bisa melanjutkan liga dan kompetisi domestik, tapi jika FAM ditangguhkan, semuanya akan runtuh,” tukasnya.
Lebih lanjut, Azzuddin menilai bahwa langkah terbaik yang dilakukan FAM saat ini adalah mengakui kesalahan yang dilakukan.
“Pendekatan terbaik adalah dengan rendah hati mengakui telah terjadi kesalahan. Tak perlu menggunakan kata ‘penipuan’. Cukup mengakui ada kelalaian,” imbuhnya.

