Fakta Mengejutkan! Ribuan Warga Palestina Masih Disekap di Penjara Israel Tanpa Pengadilan


Oleh : Dani Yoga

HOLOPIS.COM, GAZA - Israel ternyata masih menahan lebih dari 9.250 warga Palestina di penjara-penjara pendudukan zionis. Sebagian besar warga Palestina itu ditahan tanpa dakwaan atau pengadilan.

Mengutip dari Arabnews, Kamis (6/11/2025), laporan organisasi hak asasi tahanan, angka itu tak termasuk tahanan yang ditangkap dari Jalur Gaza. Para tahanan ditahan di kamp-kamp penahanan, termasuk situs Sde Teiman yang terkenal kejam.

Dari data hingga per November, ada 1.242 pria dan 49 wanita yang menghadapi hukuman penjara Israel. Salah satunya berasal dari Gaza. Adapun jumlah tahanan anak mencapai 350 di penjara Ofer dan Majdo.

Sebanyak 3.368 orang lainnya ditahan dalam penahanan administratif. Langkah itu sebagai tindakan yang memungkinkan otoritas Israel untuk memenjarakan warga Palestina tanpa pengadilan atau dakwaan. Lalu, memperbarui masa penahanan mereka setiap tiga atau enam bulan.

Seorang warga Palestina terlihat di sebuah jalan yang dipenuhi bangunan yang hancur di kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara, pada 27 Oktober 2025. [Foto: Xinhua/Rizek Abdeljawad]
Israel juga sudah mengklasifikasikan 1.205 tahanan sebagai 'pejuang ilegal'. Hal itu
termasuk tahanan dari Lebanon, Suriah, dan beberapa dari Jalur Gaza.

Dengan demikian, jumlahnya menjadi 6.214. Sementara, sisanya ditahan dalam penyelidikan atau menunggu proses pengadilan.

Adapun dalam kesepakatan gencatan senjata, pertukaran tahanan Palestina dengan sandera dan jenazah warga Israel merupakan salah satu syarat utamanya. Gencatan senjata itu diteken pada 10 Oktober 2025.

Dari laporan WAFA, mayoritas 9.250 tahanan merupakan individu yang ditahan tanpa dakwaan atau pengadilan. Mereka ditahan hanya didasarkan pada perintah militer di wilayah pendudukan.

Jumlah tahanan itu belum termasuk mereka yang ditahan di kamp-kamp militer Israel.

Menurut kelompok advokasi, 1.242 tahanan sudah divonis. Lalu, ada 49 perempuan Palestina yang saat ini masih dipenjara, satu di antaranya berasal dari Jalur Gaza.

 

Tampilan Utama