HOLOPIS.COM, JAKARTA – Epilepsi adalah gangguan pada sistem saraf yang membuat aktivitas listrik dalam otak menjadi tidak teratur. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), epilepsi adalah gangguan otak kronis yang tidak menular, ditandai dengan kejang berulang akibat aktivitas listrik yang tidak normal di otak.
Gangguan ini memengaruhi sekitar 50 juta orang di seluruh dunia dan dapat dikontrol dengan pengobatan yang tepat. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, tanpa memandang usia atau latar belakang kesehatan.
Kejang yang muncul bisa berbeda-beda bentuknya. Ada yang terlihat jelas dengan gerakan tubuh tak terkendali, namun ada juga yang hanya berupa tatapan kosong beberapa detik. Karena perbedaan inilah, penting bagi orang di sekitar untuk memahami apa yang sedang terjadi dan bagaimana memberikan pertolongan yang benar.
Tanda-Tanda Kejang Epilepsi
Dikutip HOLOPIS.COM dari Epilepsy Foundation, kejang epilepsi dapat dikenali melalui beberapa tanda berikut:
- Kehilangan kesadaran atau respon terhadap lingkungan sekitar.
- Tubuh menjadi kaku, kemudian mengalami sentakan atau getaran berulang.
- Penderita terlihat seperti melamun atau berhenti bicara/bergerak tiba-tiba selama beberapa detik.
- Kesulitan berbicara, kebingungan, atau kelelahan setelah kejang berhenti.

