Selasa, 24 Feb 2026
BREAKING
Selasa, 24 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Tidur dengan Lampu Menyala Bisa Tingkatkan Risiko Stroke dan Jantung pada Orang Dewasa

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Setiap orang memiliki kebiasan tidur yang berbeda-beda. Ada yang harus gelap total, namun ada juga yang merasa lebih nyaman kalau lampu tetap menyala. Namun, kebiasaan tidur dengan lampu menyala ternyata tidak selalu aman seperti yang dibayangkan, bahkan mampu meningkatkan risiko terkena jantung hingga stroke terutama pada orang berusia 40 tahun ke atas.

Dikutip HOLOPIS.COM dari News Medical, sebuah penelitian yang dipublikasikan JAMA Network Open menunjukkan bahwa orang berusia di atas 40 tahun yang terpapar cahaya terang ketika tidur di malam hari memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung, termasuk stroke dan gagal jantung dibanding mereka yang tidur dengan  kondisi lampu dimatikan.

- Advertisement -

Dalam melakukan penelitian ini, para ilmuwan menggunakan sensor cahaya yang dikenakan pada pergelangan tangan peserta sebanyak 89.000 orang selama 1 minggu. Peneliti kemudian menganalisis faktor untuk mengidentifikasi melalui dua periode paparan utama yaitu pada siang hari (07.30-20.30) dan malam hari (00.30-06.00). Lebih lanjut, peneliti kemudian mengikuti kondisi kesehatan para peserta selama rata-rata 7,9 tahun. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin terang cahaya di malam hari, semakin tinggi risiko terkena penyakit jantung. Sebaliknya, cahaya di siang hari membantu menurunkan risiko terkena penyakit jantung. Namun efek itu hilang ketika peserta memiliki gaya hidup yang tidak sehat. Peneliti menyebut jika di siang hari para peserta rajin beraktivitas, hubungan antara cahaya siang hari dan penurunan risiko gagal jantung serta stroke muncul kembali.

- Advertisement -

Jika dibandingkan dengan orang yang tidur dalam keadaan gelap, orang yang tidur dengan lampu menyala memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit arteri koroner, serangan jantung, gagal jantung, fibrilasi atrium, dan stroke. Hal ini tetap terlihat bahkan setelah mempertimbangkan faktor gaya hidup, kondisi sosial ekonomi, dan demografi.

Peneliti menyebut setiap kenaikan satu standar deviasi dalam paparan cahaya malam dikaitkan dengan peningkatan risiko sekitar 5-8 persen untuk lima hasil kardiovaskular yang diteliti. 

Dampak tersebut ternyata lebih terasa pada wanita untuk kasus gagal jantung dan penyakit arteri koroner, dan pada kelompok usia yang sedikit lebih muda untuk gagal jantung dan atrial fibrilasi. Namun untuk serangan jantung (infark miokard) atau stroke, pengaruh jenis kelamin dan usia tidak begitu jelas. 

Hal ini disebabkan oleh karena fungsi jantung dan pembuluh darah sangat bergantung pada ritme sirkadian (jam biologis) yang sehat, dimana mempengaruhi tekanan darah, denyut jantung, metabolisme, hingga hormon. Cahaya malam yang kuat bisa mengacaukan ritme ini, menurunkan produksi melatonin, meningkatkan peradangan, dan memicu stres pada sistem kardiovaskular. 

Oleh karena itu, langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah adalah dengan mematikan lampu yang tidak perlu sebelum tidur, menggunakan tirai gelap atau penutup mata, dan kurangi penggunaan ponsel atau gadget sebelum tidur agar waktu tidur kamu berjalan normal.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru