HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Indonesia Pingpong League (IPL), Komjen (P) Prof. Petrus Reinhard Golose, melakukan pertemuan dengan Ina Jozepsone, Vice President European Table Tennis Union (ETTU) sekaligus Presiden Federasi Tenis Meja Latvia.
Pertemuan tersebut berlangsung di markas Latvijas Olimpiska Komiteja, Kota Riga, Latvia.
Kegiatan silaturrahmi tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi pengembangan olahraga tenis meja antara Indonesia dan Eropa.
Dalam pertemuan tersebut pula, Presiden IPL menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari pihak ETTU dan Federasi Tenis Meja Latvia, serta menjelaskan perkembangan dan potensi besar olahraga tenis meja di Indonesia.
Prof. Petrus R. Golose juga menjelaskan bahwa sistem kompetisi tenis meja di Indonesia diselenggarakan oleh IPL berbasis klub seperti di Eropa.
“Selain berfokus pada pembinaan generasi muda, kami juga berkomitmen mendorong para atlet veteran agar tetap aktif dan berperan dalam dunia tenis meja. Kami berharap dapat menjalin kerja sama yang erat dengan ETTU, termasuk melalui kunjungan ke Bali sebagai sparring partner,” kata Prof. Dr. Petrus R. Golose, Selasa (4/11/2025).
Mantan perwira tinggi Polri ini juga menyampaikan hormatnya, karena Wakil Presiden ETTU turut hadir dalam agenda di Qatar saat penetapan IPL sebagai anggota ITTF pada 17 Juli 2025 lalu.

Presiden IPL juga mengundang Ina Jozepsone dan Baiba Bogdanova, mantan Sekjen ETTU yang kini menjabat Executive Member ETTU, untuk datang ke Bali dan bermain tenis meja bersama komunitas serta atlet Indonesia.
Sementara itu, Ina Jozepsone mengungkapkan kegembiraannya atas pertemuan tersebut dan ketertarikannya terhadap potensi besar tenis meja Indonesia.
“Kami sangat senang dapat mengenal lebih dekat keluarga besar tenis meja Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang besar, potensi pengembangan atlet sangat besar pula,” ujar Ina.
Ia menambahkan bahwa di Latvia dan Eropa, sistem kompetisi tenis meja berbasis klub dengan perangkingan menurut usia. Dalam setahun, terdapat lima turnamen utama sebagai ajang seleksi menuju tim nasional usia di bawah 21 tahun, dengan keterlibatan sekitar 3.000 atlet.

