Pakar Kriminolog UI Bongkar Alasan di Balik Penjarahan Rumah Anggota DPR: Bukan Aksi Spontan!

16 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTAPakar kriminologi dari Universitas Indonesia (UI), Adrianus Meliala turut dihadirkan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dalam siding perdana lima Anggota DPR RI non aktif. Adrianus menyampaikan penjelasan soal aksi penjarahan yang dilakukan massa terhadap isi rumah sejumlah pejabat termasuk Anggota DPR.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Menurut dia, aksi penjarahan bisa terjadi karena beberapa faktor. Tapi, ia menekankan pemicu utama penjarahan itu karena diduga perasaan kolektif yang kesal terhadap sejumlah anggota DPR. Perilaku dan omongan sejumlah Anggota DPR itu dinilai keliru sehingga memantik kegaduhan.

“Satu hal yang saya duga kuat menjadi pemicu, yaitu adanya collective feeling atau perasaan bersama berupa sense of injustice di tengah masyarakat,” kata Adrianus dalam persidangan MKD DPR yang dikutip dari TV Parlemen, Senin, (3/11/2025).

- Advertisement -
Sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI_HOLOPIS
Sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI. (Tangkapan Layar Parlemen Tv).

Adrianus menganalisa, potongan video yang viral di media sosial ikut beri dampak narasi kebencian terhadap sejumlah Anggota DPR. Momen itu diduga dimanfaatkan pencetus agar massa melakukan penjarahan isi rumah.

Dia bilang aksi penjarahan itu karena muncul perasaan emosi bersama lantaran ada ketidakadilan. Kata Adrianus, rasa ketidakadilan itu yang diduga memicu membangun aksi bersama untuk melakukan penjarahan.

Kondisi awal di mana orang merasa tidak adil, lalu kemudian muncul pencetus yang mengarahkan emosi tersebut menjadi sebuah tindakan,” tutur Adrianus.

Pun, ia menambahkan, aksi massa yang nekat menjarah isi rumah sejumlah anggota DPR itu bukan bagian aksi spontanitas. Tapi, ia menilai aksi itu karena muncul dari kekecewaan kolektif.

Dalam hal ini, perbuatan tersebut tidak pernah menjadi suatu hal yang bersifat spontan,” jelas Adrianus.

Dalam sidang perdana kasus 5 Anggota DPR nonaktif ini, MKD memanggil sejumlah ahli yang salah satunya Adrianus Meliala. Selain itu, ada ahli lainnya seperti pakar sosiologi Trubus Rahardiansyah, pakar media social Ismail Fahmi, dan pakar analisis perilaku Gustia Aju Dewi.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
16 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis