Banjir Semarang Surut, BNPB: Genangan Terkuras 65 Cm, Jalan Kaligawe Sudah Bisa Dilalui
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Penanganan banjir di Semarang memperlihatkan hasil positif dengan kolaborasi serta Langkah taktis yang dilakukan lintas intansi selama sepekan terakhir. Genangan air di sejumlah titik sudah mulai surut.
Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Budi Irawan mengatakan beberapa langkah taktis dilakukan BNPB bersama pihak terkait dalam penanganan banjir Semarang. Selain penambahan pompa, upaya operasi modisikasi cuaca juga dilakukan dengan penambahan pesawat.
“Pompa ditambah, dijaga dan diawasi. Di sektor hilir juga terus dibenahi. Kami bahkan sudah melakukan operasi modifikasi cuaca dengan dua pesawat,” kata Budi, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin, (3/11/2025).
Dijelaskan Budi, pembenahan jalur pembuangan air atau outlet kolam retensi Terboyo juga jadi fokus Utama. Sebab, lokasi itu merupakan hilir yang menampung aliran air dari wilayah permukiman di sekitarnya.
Budi menambahkan jalur pembuangan kolam retensi Terboyo sebagai salah satu faktor penyebab banjir Kota Semarang. Hal itu seperti area pembangunan jalur tol laut Semarang, Jawa Tengah.
Lebih lanjut, dia mengatakan selain penguatan sektor hilir, BNPB juga menambah unit pompa portabel di beberapa titik genangan. Selain itu, melakukan pemantauan intensif untuk memastikan operasional berjalan optimal.
“Genangan air mulai terkuras hingga 65 centimeter. Jalan Kaligawe sudah bisa dilalui kendaraan roda dua,” ujar Budi.
Budi menuturkan langkah teknis di lapangan juga diiringi dengan koordinasi erat bersama pemerintah daerah, TNI, Polri. Selain itu, ada tim gabungan termasuk relawan agar penanganan banjir bisa berjalan cepat dengan memprioritaskan keselamatan warga.
Adapun, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang turut meninjau lokasi bersama tim BNPB dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang sudah bersinergi dalam penanganan banjir.
Gibran pun sempat meninjau area pembangunan jalur tol laut dan kolam retensi Terboyo. “Perlu sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, harapannya segera kita temukan solusi bersama. Terima kasih atas kerja keras selama seminggu ini,” kata Gibran.
Menurut Gibran, penanganan banjir Semarang mesti bisa jadi momentum perkuat kolaborasi antarinstansi untuk mendorong percepatan pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi warga terdampak.