“Wisuda ini unik karena memberi ruang bagi para mahasiswa penghafal Al-Qur’an untuk menampilkan prestasinya. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, setiap tahun atau dua tahun sekali. Kaderisasi hafidz tidaklah mudah, perlu pembinaan dan pendampingan yang terus-menerus,” jelasnya.
Terpisah, Ketua Umum UKM HIQMA, Wildan Miftahuddin, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas keberhasilan pelaksanaan Wisuda Tahfidz Akbar ini.
“Kami bersyukur dapat menjadi bagian dari sejarah ini. Program tahfidz bukan hanya tentang menghafal, tetapi juga tentang membentuk karakter Qur’ani di kalangan mahasiswa. Kami ingin terus berkontribusi agar tradisi Al-Qur’an semakin kuat di UIN Jakarta,” ujarnya.
Wildan juga berterima kasih kepada pimpinan universitas, para pembina, serta dewan hakim yang telah membimbing para peserta dengan penuh kesabaran dan ketulusan.
“Insya Allah, ke depan HIQMA akan terus memperluas pembinaan tahfidz dan menjadikannya agenda rutin tahunan agar semakin banyak mahasiswa UIN Jakarta yang mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an,” tambahnya.
Kegiatan Wisuda Tahfidz Akbar sendiri berlangsung meriah. Selain prosesi wisuda, kegiatan juga diisi dengan pembacaan ayat al-Quran dan sambutan dari para tokoh pengkaji al-Quran di tanah air seperti Prof. Said Agil Husin Al Munawar dan Ahli Qiraah Sab’ah KH. Ahsin Sakho Muhammad, dan K.H. Muhammad Nuruddin Hadir juga para tokoh pemerintahan Kota Tangerang Selatan dan sekitarnya.

