UIN Jakarta Wisua 180 Tahfidz, Menag Minta Mereka Terus Sempurnakan Hafalan Alquran

13 Shares

“Janganlah menghafal Al-Qur’an kalian menjadi artis. Justru itu memanipulasi kesucian Al-Qur’an,” ingatnya lagi.

Proses Wisuda 180 Tahfidz Alquran di UIN Syarif Hidayatullah - HOLOPIS
Foto bersama prosesi wisuda 180 Tahfidz Alquran di UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, Tangerang Selatan.

Pada kesempatan itu, Menag juga memimpin langsung pembacaan doa untuk para penghafal Al-Qur’an. Doa tersebut dipanjatkan agar para hafidz dan hafidzah senantiasa diberi kekuatan menjaga hafalannya, mengamalkan kandungan Al-Qur’an, serta menjadi generasi penerus yang membawa cahaya Al-Qur’an di tengah masyarakat. Suasana haru dan khidmat menyelimuti ruangan ketika seluruh hadirin mengaminkan doa tersebut.

- Advertisement -

Momen Bersejarah

Sementara itu, Rektor Asep Jahar menyampaikan apresiasi tinggi kepada UKM HIQMA atas inisiatifnya dalam melahirkan generasi Qur’ani di kampus. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan misi UIN Jakarta dalam membangun karakter mahasiswa yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing global.

- Advertisement -

“UIN Jakarta terus berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan integritas moral. Wisuda tahfidz ini menjadi simbol integrasi antara ilmu dan nilai-nilai Al-Qur’an yang menjadi ruh kampus kita,” ungkapnya.

Prof. Asep berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan di masa mendatang sebagai bagian dari penguatan tradisi keislaman dan pengabdian akademik UIN Jakarta. “Kita ingin menjadikan hafidz dan hafidzah bukan hanya penjaga ayat-ayat Allah, tetapi juga inspirator dalam kehidupan sosial, akademik, dan kebangsaan,” pungkasnya.

Warek Ahmad Tholabi, M.A. menyebut bahwa kegiatan Wisuda Tahfidz Akbar ini merupakan momentum bersejarah bagi UIN Jakarta dan lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN). “HIQMA menginisiasi kegiatan luar biasa ini. Wisuda tahfidz akan tercatat sebagai yang pertama di lingkungan PTKIN. Insya Allah, ini akan menjadi contoh dan pilot project bagi kampus lain di Indonesia,” ujarnya.

Prof. Tholabi juga mengapresiasi proses wisuda tahfidz ini mengingat dari 237 peserta yang mendaftar, hanya 180 mahasiswa dinyatakan lulus setelah melalui proses pembinaan intensif oleh para hafidz dan hakim MTQ tingkat nasional dan internasional.

“Kami juga memberikan apresiasi khusus kepada dua mahasiswa penyandang disabilitas—tunanetra dan tunadaksa—yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz. Ini menunjukkan bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi semangat mencintai Al-Qur’an,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Ali Munhanif menilai kegiatan ini memiliki nilai strategis jangka panjang dalam membangun kaderisasi hafidz dan hafidzah di lingkungan kampus.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
13 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis