HOLOPIS.COM, JAKARTA – Rasa lapar yang muncul di tengah malam sering kali menjadi tantangan terbesar bagi Sobat Holopis yang sedang menjalani program diet. Saat tubuh sudah beristirahat, tiba-tiba perut terasa kosong dan menggoda untuk membuka kulkas atau mencari camilan.
Padahal, makan di tengah malam bisa mengacaukan metabolisme dan memperlambat proses pembakaran lemak. Namun, ada cara cerdas untuk menenangkan rasa lapar malam hari tanpa harus melanggar pola makan sehat.
1. Minum Air Putih atau Teh Hangat Tanpa Gula
Kadang rasa lapar yang muncul sebenarnya hanyalah tanda tubuh mengalami dehidrasi ringan. Minum segelas air putih bisa membantu menenangkan perut sekaligus menghidrasi tubuh. Jika ingin sensasi yang lebih hangat, Sobat Holopis bisa memilih teh herbal tanpa gula seperti chamomile atau peppermint. Teh ini tidak hanya menenangkan perut, tapi juga membantu tubuh lebih rileks agar mudah kembali tidur.
2. Fokus pada Kebutuhan Tidur, Bukan Makan
Kurang tidur bisa memicu peningkatan hormon ghrelin yang membuat rasa lapar semakin kuat. Maka, jika rasa lapar datang tengah malam, coba alihkan fokus untuk memperbaiki posisi tidur atau melakukan relaksasi ringan seperti menarik napas dalam-dalam. Dengan cara ini, tubuh akan kembali tenang dan keinginan untuk makan akan berkurang secara alami.
3. Konsumsi Protein Cukup Saat Makan Malam
Salah satu penyebab lapar tengah malam adalah asupan nutrisi yang tidak seimbang di waktu makan sebelumnya. Pastikan makan malam Sobat Holopis mengandung protein cukup seperti dada ayam, telur, tahu, atau ikan. Protein dicerna lebih lambat dibanding karbohidrat, sehingga bisa membuat perut terasa kenyang lebih lama dan mencegah keinginan ngemil tengah malam.
4. Hindari Gula dan Karbohidrat Sederhana di Malam Hari
Makanan manis atau karbohidrat sederhana seperti roti putih dan kue bisa membuat kadar gula darah cepat naik lalu turun drastis. Saat kadar gula turun, tubuh akan kembali merasa lapar meski belum lama makan. Maka, penting untuk menghindari makanan semacam ini di malam hari agar tidak terjebak dalam siklus lapar palsu yang membuat diet gagal.


