Dokter kemudian menyebut beberapa kemungkinan penyebab dari kondisi tersebut.
“Dokter menjelaskan bisa saja sumbatan itu karena ususnya melintir, atau bisa nempel, atau mungkin ada tumor. Karena di sana nggak ada CT Scan, mau operasi juga berisiko, karena artinya dibuka semua untuk dilihat mana ya, usus mana ya yang rusak, yang luka. Akhirnya dirujuk ke Surabaya naik ambulans,” tambah Chrissie.
Setibanya di National Hospital Surabaya pada sore hari, kondisi almarhum langsung diperiksa melalui CT Scan untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.
“Sampai di National Hospital jam 6 sore terus di-CT scan. Ternyata ditemukan tersumbatnya karena ada gumpalan darah, istilah kedokterannya clot. Akhirnya diputuskan akan dioperasi besoknya,” kata Chrissie.
Namun sebelum sempat menjalani operasi, kondisi ayah Jerome terus menurun dan masih merasakan sakit hebat. Dokter sempat memberikan obat pereda nyeri sambil menunggu jadwal tindakan pada keesokan harinya.
Namun sebelum dioperasi, kondisi ayah Jerome semakin menurun dan meninggal dunia pada Kamis 30 Oktober 2025.

