HOLOPIS.COM, JAKARTA – Penyanyi dan penulis lagu Sal Priadi menarik perhatian lewat karyanya yang penuh makna berjudul “Kultusan” yang menggambarkan kisah tentang pengkhianatan, keterikatan emosional, dan cinta yang sulit dilepaskan meski sudah menyakitkan.
Dalam lagu Kultusan, Sal Priadi menulis lirik yang puitis dan sarat simbol. Tokoh utama diceritakan menemukan jejak perselingkuhan pasangannya digambarkan lewat kalimat “bibir mungil yang berkelana jauh ke lekuk leher yang bukan milikku.” Kalimat ini menjadi metafora tajam tentang rasa dikhianati oleh orang yang dicintai.
Pada bagian pre-chorus, tergambar sosok pasangan yang pandai berbohong dan bersandiwara, bahkan mampu menangis untuk menutupi kesalahannya. Meski sadar akan kebohongan itu, tokoh utama tetap terjebak dalam hubungan yang penuh manipulasi.
Sementara pada chorus, muncul makna mendalam tentang penyembahan terhadap cinta. Frasa “Bulir darahku, namamu seorang,” melambangkan pengabdian total kepada pasangan, hingga membuat tokoh utama merasa mustahil untuk berpaling.
Melalui Kultusan, Sal Priadi menggambarkan kompleksitas hubungan manusia antara cinta, pengorbanan, dan ketidakmampuan untuk melepaskan seseorang yang justru melukai. Lagu ini menjadi refleksi emosional tentang bagaimana cinta dapat berubah menjadi bentuk penyembahan yang menyakitkan.
Lirik Lagu Kultusan – Sal Priadi
Ku temukan jejak bibir kecilmu
yang berkelana jauh ke lekuk
lekuk leher yang bukan leherku
Kau berbohong, yang mulia kau pendusta
bergetar kau bersumpah

