HOLOPIS.COM, JAKARTA – Flu burung kembali merebak di Jerman. Wabah ini telah menyebar ke 9 dari 16 negara bagian federal, menurut laporan Institut Friedrich Loeffler (FLI), badan kesehatan hewan federal Jerman, pada Kamis (30/10).
“Sejak awal September, total 45 wabah flu burung telah terkonfirmasi di berbagai wilayah, dengan lebih dari 500.000 ekor unggas dimusnahkan akibat galur H5N1 yang sangat menular,” demikian pernyataan FLI, dikutip Holopis.com, Jum’at (31/10).
Negara Bagian Lower Saxony di Jerman barat laut menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, dengan infeksi yang dilaporkan di 13 peternakan unggas.
Untuk mencegah penyebaran lebih luas, sejumlah negara bagian mulai memberlakukan langkah pencegahan ketat. Saarland, yang berbatasan dengan Prancis dan Luksemburg, menjadi wilayah pertama yang mewajibkan seluruh unggas dipelihara di dalam ruangan mulai Kamis.
Langkah serupa juga diikuti oleh Hamburg di Jerman utara, yang akan memberlakukan larangan unggas bebas berkeliaran mulai Jumat (31/10).
Sementara itu, ahli virologi Jerman Klaus Stoehr memperingatkan potensi ancaman pandemi baru jika penyebaran flu burung tidak segera dikendalikan.
“Penyebaran yang semakin luas ini perlu diwaspadai karena berisiko memunculkan potensi pandemi lain,” ujarnya.


