HOLOPIS.COM, JAKARTA – Proyek hilirisasi batu bara Dimethyl Ether (DME) di Kutai Timur, Kalimantan Timur, tengah disiapkan Pemerintah RI. Langkah itu dilakukan demi bisa mengurangi impor Liquefied Petroleum Gas (LPG).
“Hilirisasi adalah strategi utama pembangunan nasional,” kata Tenaga Ahli Sekretariat Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi M. Fadhil Hasan, dalam keterangannya dikutip pada Jumat, (31/10/2025)
Menurut dia, pembangunan proyek DME itu juga sesuai dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto. Salah satu yang digaungkan Prabowo adalah RI bisa merealisasikan swasembada energi.
Dijelaskan Fadhil, ketergantungan RI dalam impor energi fosil masih jadi persoalan.
Pun, dengan proyek DME di Kutai Timur juga disiapkan sebagai solusi konversi LPG. Kesiapan itu untuk meningkatkan kemandirian energi nasional.
Kata dia, Pemerintah punya target bahwa substitusi 100 persen LPG ke DME bisa terealisasi pada 2040.
Fadhil menyebut proyek DME juga jadi bagian penting dari transformasi ekonomi Kalimantan Timur. Peran Kaltim saat ini mampu memproduksi 42,8 persen batu bara nasional.
Status proyek DME saat ini juga sebagai salah satu dari 18 proyek prioritas nasional.
Menurut dia, nilai investasi proyek konversi LPG ke DME ditaksir menembus 10,25 miliar dolar AS, atau setara Rp164 triliun.
“Proyek ini diproyeksikan menyerap total 34.800 tenaga kerja, baik langsung maupun tidak langsung,” ujar Fadhil.
Dia menambahkan strategi hilirisasi batu bara juga diarahkan untuk memproduksi metanol. Dijelaskan Fadhil, metanol nanti bisa diproses lebih lanjut menjadi biodiesel.

