Pemerintah Bakal Lanjut Negosiasi Tarif Dagang AS, Janji Kakao hingga Sawit 0%

15 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko)Airlangga Hartarto berkomitmen untuk melanjutkan negosiasi mengenai tarif impor dengan Amerika Serikat (AS) pada November 2025 mendatang setelah Konferensi Tingkat Tinggi Asia – Pacific Economic Cooperation (KTT APEC) di Korea Selatan (Korsel).

Hal ini disampaikan Menko Airlangga usai menghadiri Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada Rabu (29/10/2025).

- Advertisement -

Airlangga menyebut pemerintah akan kembali melanjutkan proses negosiasi bersama AS usai perhelatan KTT APEC di Korsel yang dimana rencananya akan dihadiri bersama Presiden Prabowo Subianto.

“Indonesia masih bernegosiasi, dan Indonesia ditargetkan bulan November ini sesudah APEC meet besok. Kita akan memulai negosiasi kembali,” kata Menko Airlangga seperti dikutip Holopis.com dari Youtube Sekretariat Presiden pada Kamis (30/10/2025).

- Advertisement -

Airlangga menjelaskan, proses negosiasi masih berlanjut menunggu antrian dari beberapa negara lain. Adapun beberapa negara tetangga seperti Malaysia disebutkan Airlangga telah menyelesaikan proses negosiasi dengan AS untuk penerapan tarif impor.

“Kemarin beberapa negara termasuk Malaysia, kemudian juga Kamboja. Hari ini Korea Selatan dan Jepang. Kita juga menunggu besok, mungkin dalam waktu dekat China,” tuturnya.

Menko Airlangga mengatakan  bahwa pemerintah berupaya untuk mendapatkan tarif 0% atau dengan kata lain bebas bea masuk impor untuk sejumlah komoditas khusus dari Indonesia.

“0% hampir sama juga dengan yang didapatkan oleh Malaysia,” ujar Airlangga.

Adapun terkait komoditas khusus yang dimaksud Airlangga merupakan komoditas yang tidak bisa diproduksi AS seperti kelapa sawit, kakao, serta karet (rubber).

“Sudah kita bicarakan untuk produk-produk yang Amerika tidak bisa produksi seperti kelapa sawit, kakao, rubber, itu seluruhnya diberikan 0. Kita juga minta komoditas tertentu yang menjadi supply chain, misalnya industri medical” lanjutnya. 

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
15 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru