Belum tahu kapan kejadian pasti pembuangan sampah tersebut. Namun saat ini telah muncul video permintaan maaf yang disampaikan oleh perempuan yang mengaku bernama Ni Ketut Adnyawati. Ia mengaku khilaf atas perbuatannya itu dan sekaligus meminta maaf kepada pihak kampus atas penggunaan unit mobil operasional Universitas Bali Dwipa.
“Saya menyadari bahwa perbuatan tersebut merupakan bentuk kelalaian dan tidak mencerminkan sikap yang seharusnya ditunjukkan sebagai bagian dari civitas akademika,” ucap Adnyawati.
Tidak menjelaskan apa posisinya di kampus tersebut, namun ia menyatakan sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup maupun Unit Pelaksana Teknis Dinas Taman Hutan Raya Kota Denpasar Bali untuk menindaklanjuti kasus ini.
“Sampah yang sempat dibuang juga telah saya ambil kembali dan diserahkan sesuai prosedur yang berlaku. Dengan tulus, saya memohon maaf kepada pihak Universitas Bali Dwipa serta seluruh masyarakat yang mungkin merasa terganggu atas kejadian ini,” lanjutnya.
Ia juga berjanji akan menjadikan kasus ini sebagai pelajaran berharga agar ia tidak mengulanginya lagi di kemudian hari.
“Saya berkomitmen untuk memperbaiki sikap dan bertanggung jawab atas kesalahan yang telah terjadi, serta menjadikan hal ini sebagai pembelajaran berharga untuk ke depannya,” pungkas Ni Ketut Adnyawati.

