HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir bandang melanda sejumlah pemukiman warga yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara pada Rabu (29/10).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, banjir bandang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang.
“Kondisi itu melanda dua kecamatan di Kabupaten Bolaang Mongondow,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (30/10).
Banjir bandang dan angin kencang itu menurut Abdul menyebabkan setidaknya sebanyak 120 jiwa terdampak.
“Dari laporan yang ada, tercata delapan unit rumah rusak ringan, satu unit rumah rusak sedang, satu unit rumah hanyut dan satu unit sekolah terdampak,” ungkapnya.
Abdul memastikan BPBD dan tim gabungan melakukan evakuasi ke tempat ibadah terdekat yang aman serta mendistribusikan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.
Menyikapi laporan tersebut, Abdul mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, terutama di tengah kondisi cuaca yang semakin ekstrem.
“Pada wilayah dengan potensi hujan lebat, masyarakat dan pemerintah daerah diimbau untuk tetap waspada ketika beraktivitas di luar ruangan, memantau prakiraan cuaca secara berkala, memelihara saluran drainase dan daerah aliran sungai, pemantauan kondisi tanggul serta mempersiapkan rencana kedaruratan mulai dari tingkat keluarga hingga komunitas untuk mengetahui langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana, seperti jalur evakuasi, titik kumpul aman, serta cara mengakses pertolongan pertama dan informasi darurat,” imbaunya.


