HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ikan menjadi salah satu hewan yang paling sering dipilih untuk dijadikan peliharaan di rumah. Bentuknya yang lucu dengan tubuh berwarna-warni menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu, melihat ikan berenang ke sana kemari juga bisa memberikan efek menenangkan buat pemiliknya. Tapi, siapa sangka, ikan ternyata juga bisa merasa stres.
Seperti dikutip HOLOPIS.COM dari University of Glasgow, sebuah penelitian dari Pusat Keunggulan ARC untuk Studi Terumbu Karang dari James Cook University dan University of Glasgow menemukan, bahwa ikan yang biasanya hidup berkelompok dapat mengalami stres jika dipisahkan dari teman-temannya. Dalam riset tersebut, para ilmuwan meneliti ikan karang berwarna biru-hijau (Chromis viridis) di dekat Pulau Lizard di Great Barrier Reef, Australia yang dikenal sebagai ikan sosial dan biasa hidup dalam kelompok di terumbu karang.
Hasil penelitian menunjukan ikan yang dipisahkan dari kelompok memiliki tingkat metabolisme yang lebih tinggi, artinya tubuh mereka bekerja lebih keras dari biasanya. Kondisi ini bisa membuat mereka kehilangan energi lebih cepat, berat badan menurun, dan pada akhirnya membuat kesehatan mereka terganggu. Sebaliknya, ikan yang tetap hidup dalam kelompok menunjukkan penurunan tingkat metabolisme sekitar 26%, yang berarti keberadaan teman sekelompok membantu mereka merasa lebih aman dan rileks.
“Kami menduga bahwa ikan yang bergerombol mendapatkan ‘efek menenangkan’ karena hidup berkelompok. Namun, hingga saat ini kami belum dapat mengukur seberapa luas efek ini menyebar di antara individu-individu dan dalam kondisi apa efek ini dapat bervariasi.” kata Lauren Nadler, dari James Cook University.
Secara sederhana, Profesor Mark McCormick dari James Cook University menjelaskan hidup berkelompok membuat ikan lebih nyaman. Mereka tidak perlu merasa waspada terhadap ancaman, tidak kesulitan mencari makan, dan bisa berbagi rasa aman bersama kelompoknya. Sebaliknya, ketika ditempatkan sendirian, ikan menjadi lebih gelisah dan mengeluarkan lebih banyak energi untuk bertahan.
“Jika ikan-ikan ini hidup sendiri di laut, agar tetap hidup, mereka akan membutuhkan lebih banyak makanan untuk mempertahankan energi mereka. Karena mereka tidak memiliki teman-teman di sekitar untuk membantu mengawasi predator yang mendekat, mencari makan akan menjadi berisiko. Energi ekstra yang diperoleh ikan dari berkelompok sangat penting karena memungkinkan mereka bertahan hidup, bereproduksi, dan mewariskan gen mereka ke generasi ikan berikutnya.” jelas Profesor Mark McCormick.
Selain itu, DR. Shaun Killen dari University of Glasgow menambahkan bahwa banyak hewan yang hidup berkelompok sebagai cara mereka untuk bertahan hidup dan mengurangi risiko dimangsa predator atau untuk memudahkan mereka dalam mencari makan. Namun, dari hasil penelitian ini menemukan fakta baru bahwa hidup berkelompok juga membantu hewan terhindar dari stres dan mengurangi penggunaan energi.
Penelitian ini memberikan pesan penting untuk para pemilik ikan di rumah. Apalagi jika kamu memelihara jenis ikan yang memang terbiasa hidup berkelompok, usahakan jangan menaruhnya sendirian dalam akuarium. Sebisa mungkin beri ia teman atau ketika ingin memelihara kamu bisa memelihara ikan yang sama dengan jumlah lebih dari satu agar mereka tidak merasa stres. Selain itu, pastikan juga lingkungan akuarium bersih dan terasa aman agar ikan tidak merasa tertekan.
Jadi, kalau kamu ingin ikan kamu tetap sehat dan berenang dengan ringan, hindari memisahkan ikan yang terbiasa hidup berkoloni atau bersosial dengan kelompoknya.

