“Kami menyentuh green investment, aktivitas-aktivitas yang lebih hijau. Tidak hanya di green, tapi juga blue economy. Selain semata-mata profit, kita juga bertanggung jawab terhadap people dan planet,” katanya, menggarisbawahi bahwa hotel kini juga harus menjadi bagian dari daya tarik wisata berkelanjutan.
Dengan potensi besar ini, Deputi Bidang Industri dan Investasi Pariwisata Rizki Handayani menargetkan investasi sektor pariwisata mencapai Rp 350 triliun hingga 2029, dengan lebih dari 50% difokuskan pada 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) untuk menyeimbangkan supply dan demand pengalaman unik ini.
Indonesia kini menghadapi tantangan menarik yaitu mengubah aset pariwisata yang besar menjadi kunjungan yang berkualitas, unik, dan bertanggung jawab. Momen ITO 2026 ini menjadi penanda bahwa era petualangan otentik dan detour telah dimulai.

