HOLOPIS.COM, JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 Pemuda Tani Indonesia, Satu Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, serta Hari Sumpah Pemuda, DPP Pemuda Tani Indonesia menggelar kegiatan Temu Pemuda (Dialog dan Penanaman) serentak di delapan provinsi, dengan pusat acara di Katulampa, Kota Bogor, Senin (28/10/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para petani muda untuk merefleksikan capaian besar pembangunan pertanian nasional, sekaligus meneguhkan komitmen mereka dalam mendukung Swasembada Pangan dan kedaulatan petani Indonesia.
Dalam pidatonya, Ketua Umum DPP Pemuda Tani Indonesia, Budisatrio Djiwandono, menyampaikan apresiasi terhadap berbagai kemajuan yang diraih sektor pertanian di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam satu tahun terakhir.
“Alhamdulillah, Indonesia berhasil mencapai Swasembada Beras. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kini menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah, yakni lebih dari 4,2 juta ton,” ujar Budi.

Di sela acara, Budisatrio juga menyapa para pengurus DPD Pemuda Tani Indonesia dari delapan provinsi yang melakukan penanaman secara serentak.
“Selamat menanam teman-teman! Dari Sumatera Utara menanam aren dan pinang, Riau menanam kopi, Lampung pala, Banten aren dan cengkeh, Jawa Tengah aren, Sulawesi Selatan cengkeh, Kalimantan Tengah pala, dan di Bogor kita menanam padi serta vanili. Total ada 100.000 bibit yang kita tanam bersama,” ungkapnya penuh semangat.
Lebih dari 1.000 peserta hadir secara langsung di Katulampa, termasuk Kelompok Wanita Tani (KWT) yang turut berpartisipasi.
Kepada para petani perempuan, Budi mendorong penguatan rantai distribusi hasil panen melalui Pasar Tani dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang membuka peluang lebih luas bagi perempuan untuk berperan dalam ekonomi pertanian.
Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Sabam Rajagukguk (Waketum Pemuda Tani Indonesia), Suroyo (Sekjen Pemuda Tani Indonesia), Endang S. Thohari (Anggota Komisi IV DPR RI), Andi Nur Alamsyah (Dirjen PSP Kementan), serta Dedie A. Rachim (Walikota Bogor).
“Menjadi petani adalah kebanggaan, bukan keterpaksaan. Pemuda harus turun ke sawah, turun ke kebun, dan memanfaatkan teknologi untuk memajukan pertanian Indonesia,” pungkas Budisatrio Djiwandono.

