Fahmi Bo Menderita Stroke, Ini Gejala dan Pengertian Penyakitnya
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Aktor Indonesia Fahmi Bo saat ini tengah menderita stroke yang membuatnya hanya bisa terbaring lemah di atas kasur. Fahmi telah menderita stroke sejak tahun 2018 yang menyebabkan sebagian tubuhnya lumpuh dan ia tidak bisa lagi berbicara dengan normal seperti bisanya.
Untuk mencegah agar diri sendiri dan keluarga dari penyakit stroke dan bagaimana cara penangannnya sebelum terlambat, Sobat Holopis tentunya harus mengetahui terlebih dahulu apa itu penyakit stroke.
Apa Itu Stroke?
Stroke merupakan kondisi darurat medis yang menyerang otak. Ada dua jenis utama stroke, yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik terjadi ketika pembuluh darah di otak tersumbat oleh gumpalan darah atau plak kolesterol. Sementara stroke hemoragik terjadi akibat pecahnya pembuluh darah otak yang menyebabkan perdarahan.
Faktor risiko stroke cukup beragam, mulai dari tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, hingga stres kronis. Makin lama tekanan pada pembuluh darah otak dibiarkan, makin besar pula risiko terjadinya kerusakan permanen pada jaringan otak.
Gejala Stroke yang Harus Diwaspadai
Mengenali tanda-tanda stroke bisa menjadi kunci untuk menyelamatkan nyawa. Umumnya, gejala stroke muncul secara tiba-tiba dan melibatkan gangguan fungsi tubuh yang dikendalikan oleh otak. Berikut beberapa tanda awal yang harus diwaspadai oleh Sobat Holopis:
-
- Wajah menurun sebelah – Salah satu sisi wajah terlihat turun atau sulit digerakkan, terutama saat tersenyum.
- Lengan terasa lemah atau mati rasa – Penderita sulit mengangkat satu tangan, atau tangan terasa kebas dan tidak responsif.
- Bicara pelo atau sulit berbicara – Suara terdengar tidak jelas, atau penderita tampak kebingungan memahami percakapan.
- Pandangan kabur – Penglihatan mendadak buram pada satu atau kedua mata.
- Sakit kepala hebat tanpa sebab jelas – Terutama jika disertai muntah, pusing berputar, atau kehilangan kesadaran.
- Kehilangan keseimbangan dan koordinasi – Sulit berjalan lurus, sempoyongan, atau kehilangan kontrol tubuh.
Sobat Holopis bisa mengingat gejala utama stroke dengan rumus sederhana FAST:
- F (Face): Wajah menurun
- A (Arm): Lengan lemah
- S (Speech): Bicara pelo
- T (Time): Segera hubungi layanan medis darurat
Pentingnya Penanganan Cepat
Stroke merupakan kondisi yang harus segera ditangani dalam waktu kurang dari empat setengah jam sejak gejala pertama muncul. Setiap menit yang terlewat berarti ribuan sel otak bisa mati permanen. Karena itu, Sobat Holopis tidak boleh menunda untuk membawa pasien ke rumah sakit dengan fasilitas penanganan stroke, terutama yang memiliki unit stroke terpadu.
Pada stroke iskemik, dokter biasanya memberikan obat pelarut bekuan darah atau tindakan medis lain seperti trombektomi mekanik. Sementara pada stroke hemoragik, penanganan berfokus pada mengendalikan perdarahan dan menurunkan tekanan dalam otak.
Bagaimana Langkah Pencegahannya?
Mencegah stroke jauh lebih baik daripada mengobatinya. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain menjaga tekanan darah tetap normal, mengatur kadar kolesterol, berhenti merokok, rutin berolahraga, mengontrol gula darah, serta memperbanyak konsumsi sayur dan buah. Tidur cukup dan mengelola stres juga berperan besar dalam menjaga kesehatan pembuluh darah otak.