Ketimbang Jadi Preman, Japto Ingin Pemuda Pancasila Punya Karya yang Bermaslahat


Oleh : Muhammad Ibnu Idris

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (MPN PP) Japto Soelistio Soerjosoemarno mengingatkan kepada para pengurus dan kadernya untuk menjadi sosok yang bermaslahat bagi anggota Pemuda Pancasila, dan secara umum bagi masyarakat sekitar.

Hal ini disampaikan Japto saat membuka Musyawarah Besar ke XI Pemuda Pancasila di Jakarta Pusat. Di mana ia meminta agar para petinggi di Pemuda Pancasila untuk tidak sok menjadi bos, menunggu setoran dari anggota karena aktivitas kasar mereka.

"Toke itu termasuk pejabat. Toke itu bos. Cuma nunggu dapat setoran, jadi tukang pukul segala macam," kata Japto seperti dikutip Holopis.com, Senin (27/10/2025).

Ia meminta agar Pemuda Pancasila ke depan bisa menjadi organisasi yang lebih baik. Tidak ada lagi beredar kabar bahwa pengurus PP di seluruh Indonesia melakukan pemalakan dengan menyodorkan proposal-proposal yang malah memperburuk citra organisasi.

Ketimbang itu, ia menuturkan agar para pengurus Pemuda Pancasila di seluruh wilayah Indonesia melakukan aksi-aksi nyata yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan serta pendidikan bagi keluarga pengurus dan anggota.

"Tidak ada lagi proposal-proposal beredar. Kita berusaha untuk mengisi kebutuhan," ujarnya.

Japto pun mengingatkan kembali bagaimana arahannya saat Musyawarah Bersama ke X yang diselenggarakan di Lagoon Garden, Hotel Sultan, Jakarta, pada Sabtu 26 Oktober 2019 lalu. Di mana instruksinya adalah jelas, yakni Pemuda Pancasila harus mampu meningkatkan pendapatan pengurus serta memberikan pendidikan bagi keluarga serta anak-anak mereka.

"Mubes kita yang pertama, program umum Pemuda Pancasila. 1) meningkatkan pendapatan dan pendidikan pengurus dan keluarganya. 2) mendapatkan pekerjaan yang baik dan layak untuk anggota, pengurus dan keluarganya," tutur Japto.

Maka dari itu, ia pun meminta agar arahan itu dapat dilakukan, walaupun dirinya mengaku kecewa hingga sampai saat ini belum ada satu pun MPW (Majelis Pimpinan Wilayah) yang melaksanakan arahannya itu.

"Itu hal-hal yang harus kita pikirkan, dan sampai hari ini saya melihat belum ada satu pun MPW yang melaksanakan itu, Banten pun kita baru tahun ini melaksanakan ini," ucapnya.

Lalu, Japto juga mengingatkan agar tak ada lagi bentrokan antar anggota di seluruh wilayah hanya karena persoalan perebutan kekuasaan dan pengaruh semata. Pemuda Pancasila harus menjadi contoh organisasi yang solid dan mampu menciptkan kemaslahatan bagi lingkungan sekitar.

"Banyak wilayah-wilayah, cabang-cabang yang bentrok internal, karena kepentingan mencari pengurus, kepentingan-kepentingan pengurus. Dan ini harus dihilangkan," tegas Japto.

Sebagai salah satu ormas tertua di Indonesia, Pemuda Pancasila sudah banyak melahirkan kader-kader hebat. Ada yang di parlemen, ada yang di instansi pemerintah, hingga di partai politik. Dengan sumber daya manusia (SDM) yang tersebar di seluruh level ini membuat Japto merasa jika organisasi yang ia pimpin seharusnya mampu melakukan hal-hal besar yang berkaitan dengan kemasyarakatan dan dukungan kepada program pemerintah pusat maupun daerah.

"Kita ada di mana-mana, tidak ke mana-mana. Kita ada di semua partai, kita ada di semua ormas. Tapi kita tidak lari dari ideologi yang harus kita pertahankan," paparnya.

Minta Semua MPW Belajar dari Banten

Saat ini, Pemuda Pancasila sedang membangun sebuah pilot project atau proyek percontohan yang berkaitan dengan akselerasi dukungan kepada pemerintah pusat, dalam hal ini mendukung ketahanan pangan.

Dalam perspektif ketahanan pangan, Japto mengatakan jika Pemuda Pancasila akan fokus kepada sektor peternakan.

"Ketahanan pangan bukan hanya beras dan jagung, karena beras dan jagung tidak bisa disimpan lama. Dalam beberapa bulan kalau kering, paling kita nanti makan tepungnya, bukan makan jagungnya lagi," papar Japto.

"Tapi yang paling baik adalah peternakan, karena hewan itu sumber protein dan dia bisa hidup lama dan dia turun temurun, berkembang terus, bertambah, bukan berkurang," sambungnya.

Di Banten, Pemuda Pancasila bersama Pemerintah Provinsi sedang menggarap lahan peternakan, yakni ayam petelur. Diklaim Japto, telur-telur ayam yang dikelola oleh Pemuda Pancasila tersebut diyakini mampu memenuhi kebutuhan telur ayam di Provinsi tersebut.

"Pada bulan November 2025 akan dibuka peternakan ayam petelur sebanyak 500.000 kandang, di mana per kandang akan ada 1.000 ekor ayam. Setidaknya, proyek ini juga bisa membantu memenuhi kebutuhan 4.700.000 kg telur per tahun di Banten," ucap Japto.

Japto juga akan memproyeksikan pembangunan peternakan ikan secara luas di seluruh Indonesia. Oleh sebab itu, ia meminta kepada seluruh kadernya yang hadir dalam Musyawarah Besar XI Pemuda Pancasila tersebut untuk datang ke Banten melihat bagaimana pilot project tersebut dibangun dan dikelola.

"Saya instruksikan kepada semua MPW, sebelum anda kembali harap datang ke Banten melihat sendiri daerah sana. Paling tidak anda bisa bikin sepertiganya sudah menolong anggota dan masyarakat di sana, dan membantu pemerintah,” tegasnya.

Tampilan Utama