Japto Ingin Pemuda Pancasila Fokus Bantu Program Ketahanan Pangan Nasional


Oleh : Muhammad Ibnu Idris

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Pemuda Pancasila, Japto Soelistio Soerjosoemarno menyampaikan bahwa pihaknya akan melaksanakan program kerja yang bertujuan untuk membantu ekonomi masyarakat, serta anggota, dan mendukung program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya menciptakan ketahanan pangan nasional.

Hal ini disampaikan oleh Japto saat membuka Musyawarah Besar XI di Hotel Sultan, Jakarta Pusat.

"Pemuda Pancasila akan mensinergiskan program untuk mendukung pemerintah," ujar Japto, Senin (27/10/2025).

Pemuda Pancasila akan melakukan berbagai hal untuk melakukan evaluasi dan menyusun program untuk 5 tahun ke depan, dalam upaya untuk mendukung segala bentuk program pemerintah pusat yang positif dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dalam aspek ketahanan pangan, Japto menegaskan bahwa hal itu bukan sekedar penguatan sektor pertanian semata, seperti halnya tanaman padi dan jagung. Akan tetapi bagaimana meningkatkan aspek peternakan sebagai bagian mata rantai dari upaya besar menciptakan ketahanan pangan tersebut.

"Kita akan lebih fokus menjaga ketahanan pangan di sektor peternakan," ujarnya.

Hewan itu adalah sumber protein dan bisa hidup lebih lama karena ada regenerasi. Terlebih Japto pun menjelaskan jika Pemuda Pancasila telah melakukan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten untuk membuat pilot project.

Dari proyek pilot project tersebut, Japto menerangkan jika pihaknya telah melakukan panen 400 hektare di Banten. Kemudian pada bulan November 2025 akan dibuka peternakan ayam petelur sebanyak 500.000 kandang, di mana per kandang akan ada 1.000 ekor ayam. Setidaknya, proyek ini juga bisa membantu memenuhi kebutuhan 4.700.000 kg telur per tahun di Banten.

"Kita telah buktikan melalui suatu pilot project yang kita laksanakan beberapa bulan yang lalu dengan Provinsi Banten," terang Japto.

Harapannya, pilot project tersebut dapat dilaksanakan dengan lebih besar, sehingga Banten dapat melakukan supply ke daerah lain seperti DKI Jakarta dan sekitarnya.

Tak hanya itu, Japto juga akan memproyeksikan pembangunan peternakan ikan secara luas di seluruh Indonesia. Oleh sebab itu, ia meminta kepada seluruh kadernya yang hadir dalam Musyawarah Besar XI Pemuda Pancasila tersebut untuk datang ke Banten melihat bagaimana pilot project tersebut dibangun dan dikelola.

"Saya instruksikan kepada semua MPW, sebelum anda kembali harap datang ke Banten melihat sendiri daerah sana. Paling tidak anda bisa bikin sepertiganya sudah menolong anggota dan masyarakat di sana, dan membantu pemerintah," tegasnya.

Dalam sambutan itu, Japto juga menyampaikan harapan seluruh kader Pemuda Pancasila agar program-program yang akan disusun untuk 5 tahun ke depan memperhatikan kepentingan ekonomi anggota dan masyarakat umum.

“Semua program itu, yang penting adalah apakah program tersebut membuat perbaikan untuk anggota dan masyarakat baik secara ekonomi, sosial serta budaya,” katanya.

Melalui Mubes ini, dia juga menegaskan perlunya penyempurnaan AD/ART untuk mengikuti perkembangan sosial, politik dan ekonomi nasional.

“Kita harus membuat program. Perlu penyempurnaan AD/ART beserta dengan sanksinya. PO, aturan dan juklak bukan komik tetapi dilaksanakan,” pungkas Japto.

Pemuda Pancasila lahir atas prakarsa petinggi Angkatan Darat (TNI-AD) pada 1959 sebagai sayap perjuangan Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), untuk melindungi ideologi negara dari ancaman kelompok-kelompok yang ingin menggantinya.

Peserta Mubes XI terdiri dari unsur MPN, Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) di seluruh provinsi, serta Majelis Pimpinan Cabang (MPC) di tingkat kabupaten/kota. Peserta Mubes berasal dari 36 MPW dan 415 MPC dari seluruh Indonesia. Tak kurang dari 1500 kader pengurus MPW dan MPC akan hadir dalam Mubes XI. Di samping itu, ribuan kader juga turut memeriahkan suasana di sekitar lokasi Mubes.

Tampilan Utama