HOLOPIS.COM, JAKARTA – biasanya identik dengan momen pencarian jati diri. Namun, Alun Alun Indonesia (AAI) justru makin memantapkan identitasnya sebagai “jantung” bagi budaya dan karya lokal.
Merayakan ulang tahun ke-18 pada Kamis (23/10/2025) di Grand Indonesia, AAI menggelar fashion show penuh makna bertajuk “Menenun Cinta untuk Nusantara”, sebuah panggung yang memamerkan harmonisasi tradisi dan modernitas.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar, yang turut hadir, tak sungkan melontarkan pujian. “Menapaki 18 tahun perjalanan penuh karya dan makna, Alun Alun Indonesia mempersembahkan ‘Merajut Kreativitas Nusantara’ sebagai wujud cinta,” ujar Wamen Irene.
Wamen Ekraf menyoroti konsistensi AAI dalam mengangkat kekayaan budaya, menjadikannya tonggak penting dalam ekosistem ekonomi kreatif. Puncak perayaan ini dihiasi koleksi eksklusif dari Tandamata, Sodagaran, dan Matajitu yang berkolaborasi apik dengan maestro wastra, Torang Sitorus.
Hasil dari pameran tersebut melahirkan cerita yang terajut dalam benang ulos dan kebaya panjang modern, melambangkan love, pray, and hope. Wamen Irene bahkan menyebut koleksi ini sebagai contoh nyata sinergi yang menciptakan nilai tambah ekonomi, menunjukkan bahwa budaya dan kreativitas bisa berjalan beriringan.
Lebih dari sekadar etalase, Alun Alun Indonesia ternyata juga menjadi panggung bagi pemberdayaan perempuan. CEO AAI, Catharina Widjaja, mengungkapkan kebanggaannya. “Kami bangga karena sebagian besar pelaku UMKM yang tergabung di sini adalah perempuan, sehingga turut mendukung pemberdayaan perempuan melalui ekonomi kreatif,” tegasnya.
Melalui tema “Merajut Kreativitas Nusantara,” Catharina Widjaja mengajak seluruh pihak untuk menumbuhkan kembali kebanggaan terhadap karya anak bangsa. “Mari kita terus dukung dan rayakan kreativitas agar budaya Indonesia semakin mendunia, dan juga tentunya mendapat pasar di dalam dan di luar negeri,” tutupnya penuh optimisme.
Kehadiran Wamen Ekraf Irene di perayaan ini bukan hanya sebagai tamu, melainkan sebagai penegas dukungan pemerintah terhadap inisiatif berbasis budaya. Diharapkan, kolaborasi lintas sektor ini dapat mendorong fesyen lokal menjadi mesin pertumbuhan nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing global.

