HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance pada Selasa (21/10) memberikan ancaman, dan mengatakan bahwa Hamas akan dimusnahkan jika menolak pelucutan senjata. Meski demikian, ia juga mengatakan Hamas tetap akan dimaafkan asalkan mereka kooperatif.
“Jika mereka tidak kooperatif, Hamas akan dimusnahkan,” kata Vance, dikutip Holopis.com, Rabu (22/10).
Vance menekankan bahwa Gedung Putih tidak akan mendesak Israel terkait keberadaan pasukan asing, ia menyebutnya sebagai hal yang harus disepakati oleh pihak Israel. Saat para mediator berupaya mewujudkan kemungkinan gencatan senjata fase kedua, pejabat AS tersebut mengakui adanya tantangan yang akan dihadapi.
“Apakah saya dapat memastikan 100 persen bahwa ini akan berhasil? Tidak , tetapi Anda melakukan hal-hal sulit dengan mencobanya,” kata Vance.
Ia juga menanggapi kekecewaan terkait lambatnya proses evakuasi para sandera dan jenazah. Ia mengatakan sampai ada beberapa sandera terkubur, dan saat ini tidak diketahui di mana keberadaannya.
“Beberapa sandera terkubur di bawah ribuan pon puing-puing. Beberapa sandera lainnya bahkan tidak diketahui keberadaannya,” kata Vance.
Kesepakatan gencatan senjata Gaza sempat mengalami kendala akibat para pihak saling menuduh bahwa pihak lainnya melanggar, tetapi baik Israel maupun Hamas secara terbuka menegaskan kembali komitmen mereka.
Sebagai informasi, Vance yang tiba di Israel pada Selasa tersebut, diperkirakan akan bertemu dengan jajaran pemimpin Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dan Jared Kushner yang merupakan menantu Presiden AS Donald Trump, sudah berada di Israel sebelum kedatangan Vance.

