HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sejarah panjang kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak bisa dilepaskan dari peran santri dan juga pesantren yang telah berkontribusi besar dalam mencapai hal tersebut.
Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, tepatnya di hari Jumat. Dimana momen tersebut juga sebagai hari lahirnya Negara Indonesia setelah sekian lama di bawah kekuasaan para penjajah.
Setidaknya ada enam bangsa yang silih berganti menduduki negara ini, dengan rentang waktu yang bervariasi, hingga bisa mencapai ribuan tahun lamanya.
Kendati demikian, para pejuang tanah air dari berbagai kalangan telah melakukan berbagai macam upaya untuk merebut kejayaan dari para penjajah yang telah merampas wilayah dan menguras kekayaan yang ada di bumi nusantara ini.
Salah satu kalangan pejuang yang ikut serta dalam melepas cengkeram penjajahan pihak asing ialah kaum santri dan pesantren sebagai tempat mereka dalam membentuk perjuangan untuk mewujudkan kemerdekaan Negara Indonesia.
Santri merupakan sebutan bagi seorang individu yang tengah belajar mengenai agama Islam secara lebih mendalam di sebuah tempat menuntut ilmu keagamaan islam yang disebut sebagai pesantren.
Adapun pengertian dari pesantren adalah tempat atau lembaga pendidikan yang berfokus pada ilmu keagamaan Islam. Umumnya, Pesantren menggunakan sistem asrama yang diperuntukkan untuk para santri yang sedang mengemban ilmu keagamaan di sana.
Pesantren, sebagai tempat pendidikan berbasis keagamaan Islam, berhasil mengajarkan sikap nasionalisme dan juga mencetak banyak tokoh penting dengan latar belakang sebagai santri, mereka berperan penuh dalam proses kemerdekaan Indonesia.
Peran santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Indonesia yang pertama ialah sebagai pasukan yang ikut dalam peperangan melawan penjajah, dengan beberapa diantaranya sebagai pemimpin jalannya perang.
Selain berperan langsung di medan perang, santri juga berperan aktif dalam pembentukan Negara Indonesia, peran tersebut disalurkan ketika para santri masuk dalam keanggotaan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan juga keanggotaan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
Meskipun Negara Indonesia telah lama merdeka, peran santri dan pesantren masih dapat dirasakan hingga sekarang. Peran tersebut diantaranya adalah penyatuan antara nilai keagamaan Islam dan rasa nasionalisme terhadap bangsa sendiri, yaitu bangsa Indonesia.

