HOLOPIS.COM, BANDUNG – Setelah 11 tahun “tertidur”, ikon budaya Kota Bandung, Pasar Seni ITB, kembali memancarkan gairahnya dengan tema “Laju Temu Laku”. Acara ini sontak mendapat respon positif dari berbagai pihak dan masyarakat yang antusias hadir.
Kebangkitan acara legendaris yang digagas Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB sejak 1972 ini tidak hanya menjadi perayaan seni dan kreativitas lintas generasi, tetapi juga momen wisata unik yang diapresiasi langsung oleh Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana.
Kehadiran Menpar Widiyanti di Kampus ITB Ganesha menjadi penanda penting bahwa kegiatan seni budaya seperti ini adalah pilar kuat diplomasi dan promosi pariwisata berkelanjutan.
“Pasar Seni ITB membuka peluang bagi wisatawan untuk menikmati pengalaman wisata berbasis budaya dan komunitas,” ujar Menteri Widiyanti, menekankan relevansinya dengan program unggulan kementerian, Event by Indonesia.
Namun, sorotan unik dari kunjungan Menteri Widiyanti adalah donasi lukisan berjudul “Sukulen” karya ibundanya, Kartini Basuki. Lukisan ini dilelang bersama karya seniman maestro lainnya, seperti Soesilo Bambang Yudhoyono dan Nyoman Nuarta, dengan hasil lelang yang didedikasikan untuk Dana Abadi ITB memberikan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu.
Lukisan “Sukulen” ini bukan sekadar karya seni, tetapi membawa pesan filosofis yang mendalam yakni terinspirasi dari tanaman sukulen yang tumbuh teguh di batang pohon tua yang kering, ia melambangkan keteguhan hidup di tengah tantangan waktu yang terus berjalan. Sebuah metafora yang kuat, seolah merayakan kembalinya Pasar Seni ITB itu sendiri yang telah melewati satu dekade vakum.
Menurut Menteri Widiyanti, Pasar Seni ITB 2025 merupakan wujud nyata diplomasi budaya berbasis ekspresi, kolaborasi, dan inovasi yang mampu menggerakkan ekonomi lokal dari UMKM, pengrajin, pelaku kuliner, seniman, hingga penyedia jasa pariwisata.
“Dari Bandung, kota sejuta ide, kita buktikan bahwa kreativitas bukan sekadar gaya hidup, melainkan kekuatan untuk menggerakkan bangsa,” tutup Menpar, mengajak semua pihak untuk terus merawat perpaduan antara seni, budaya, dan pariwisata demi memperkuat nation branding Indonesia di mata dunia.
Acara yang dipadati lebih dari 200 ribu pengunjung ini turut dihadiri oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widiyanto, mengukuhkan Pasar Seni ITB sebagai destinasi wisata budaya yang wajib dikunjungi.


