Dasco Bangga UKRI Berkembang Pesat, Mulai Akreditasi Hingga Populasi Mahasiswanya
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Rektor Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) Prof Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan rasa bangga atas pencapaian yang dialami oleh lembaga pendidikan yang ia pimpin tersebut.
Salah satu yang ia banggakan adalah pencapaian akreditasi yang diberikan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) dari semula berakreditasi baik menjadi baik sekali.
"Salah satu indikator paling konkret dari peningkatan kualitas UKRI dapat dilihat dari peningkatan akreditasi perguruan tinggi yang semula berpredikat baik menjadi baik sekali yang kami raih pada tanggal 25 Maret 2025," kata Dasco dalam pidatonya di Sidang Senat Terbuka, Pengukuhan Mahasiswa Baru dan Wisuda Sarjana - Dies Natalis di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/10/2025).
Akreditasi yang baik ini tidak tiba-tiba didapat, melainkan berbagai pencapaian yang telah diraih oleh UKRI. Salah satunya adalah sinergitas antar entitas di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia.
"Ini bukanlah hasil kebetulan semata, melainkan hasil dari sinergi kolektif yang melibatkan seluruh ekosistem Universitas," ujarnya.
Oleh sebab itu, Dasco pun menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi, khususnya kepada para civitas akademika dan semua pihak yang telah mendukung perjalanan baik dari universitas yang berada di bawah Yayasan Pendidikan Kebangsaan Republik Indonesia (YPKRI) tersebut.
"Kami menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pejabat, pendukung, dan mitra eksternal, yang telah berkontribusi dengan dedikasi luar biasa," ucapnya.
Di samping itu, akreditasi baik sekali tersebut juga diraih UKRI berkat pencapaian penjaringan mahasiswa yang jumlahnya semakin pesat dari tahun ke tahun. Bahkan selama kurun waktu 5 tahun terakhir, UKRI telah memiliki 4.232 mahasiswa, atau meningkat 146 persen dari angka kumulatif.
"Meningkatnya nilai akreditasi ini didorong oleh multi faktor, termasuk peningkatan jumlah mahasiswa yang pesat. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini, populasi mahasiswa UKRI telah mengalami pertumbuhan pesat dari 1.724 mahasiswa menjadi 4.232 mahasiswa," tandasnya.
Tidak hanya sekadar menjaring Mahasiswa banyak, UKRI juga tak tanggung-tanggung dalam memberikan beasiswa pendidikan. Untuk tahun 2025 ini, Dasco menyebut bahwa kampus telah memberikan beasiswa kepada 99 persen Mahasiswa baru yang masuk.
Masih belum cukup, UKRI juga telah menyiapkan uang saku sebesar Rp7,2 juta bagi setiap mahasiswa yang mendapatkan beasiswa tersebut untuk kebutuhan mereka dalam setiap semesternya.
"Ini bukan hanya menandakan popularitas institusi, tapi juga meningkatnya kepercayaan publik terhadap kampus kita tercinta," tegas Dasco.
Di sisi lain, Sufmi Dasco Ahmad yang juga Wakil Ketua DPR RI tersebut menjelaskan, jika peningkatan akreditasi kampus juga didukung oleh kualitas pendidikan dan sistem belajar mengajar di UKRI.
"Peningkatan nilai akreditasi juga didukung oleh meningkatnya mutu internal melalui reformasi kurikulum, penguatan mutu eksternal, serta jaringan kerjasama yang semakin luas," paparnya.
Dengan demikian, ia berharap ke depan kampusnya tersebut bisa lebih baik lagi. Khususnya dalam menghadirkan kebutuhan bagi kelangsungan Republik Indonesia dalam menghadapi tantangan global.
Program Studi UKRI Unggulan
Terlebih diterangkan Dasco, UKRI saat ini sudah memiliki 7 fakultas dengan 15 program studi untuk Sarjana Strata 1, serta satu program studi untuk Strata 2. Dan yang cukup menarik, UKRI pun telah memiliki program studi Agroteknologi dan Agribisnis. Tujuannya adalah untuk menciptakan lulusan yang siap berkontribusi pada lingkungan dan ekosistem hijau.
"Program-program ini tidak hanya menekankan aspek agronomi dan manajemen rantai pasok, tetapi juga terintegrasi dengan sains, teknologi, engineering dan matematik, seperti AI untuk mendukung teknologi pertanian sehingga lulusan dapat menjadi katalisator revolusi hijau di perdesaan Indonesia," terangnya.
Tak cukup sampai di situ, Sufmi Dasco Ahmad juga menyebut jika ada program-program studi baru yang diluncurkan oleh UKRI selanjutnya. Salah satunya adalah program studi bisnis digital, yang menggabungkan menggabungkan kurikulum entrepreneur dengan keterampilan coding, e-commerce, dan analitik data.
Program studi tersebut akan menjadi ajang bagi UKRI untuk membentuk pusat inkubator bisnis dengan harapan dapat melalui melahirkan wirausaha muda yang tangguh.
"Hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam peningkatan peran dunia usaha," paparnya.
Satu lagi program studi yang juga dibentuk oleh UKRI adalah program magister arsitektur yang diklaim berbiaya sangat terjangkau. Di mana mahasiswa cukup membayar UKT (uang kuliah tunggal) sebesar Rp8 juta per semester untuk dapat mengikuti program pendidikan tersebut.
"Dan demi mendukung akselerasi pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, kami memperkenalkan program studi magister arsitektur dengan biaya terjangkau hanya Rp8 juta per semester tanpa mengurangi kualitas pendidikan," sambung Dasco.
Dengan program-program studi yang dimiliki UKRI tersebut, Sufmi Dasco Ahmad berharap agar para lulusan kampusnya itu dapat menjadi SDM (sumber daya manusia) yang unggul dan siap berkontribusi bagi pembanguan bangsa dan negara Indonesia ke depan.
"Semoga program-program baru ini menjadi jembatan emas yang menghubungkan akademisi dengan praktisi, menghasilkan inovasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.