Di sisi lain, Sufmi Dasco Ahmad yang juga Wakil Ketua DPR RI tersebut menjelaskan, jika peningkatan akreditasi kampus juga didukung oleh kualitas pendidikan dan sistem belajar mengajar di UKRI.
“Peningkatan nilai akreditasi juga didukung oleh meningkatnya mutu internal melalui reformasi kurikulum, penguatan mutu eksternal, serta jaringan kerjasama yang semakin luas,” paparnya.
Dengan demikian, ia berharap ke depan kampusnya tersebut bisa lebih baik lagi. Khususnya dalam menghadirkan kebutuhan bagi kelangsungan Republik Indonesia dalam menghadapi tantangan global.
Program Studi UKRI Unggulan
Terlebih diterangkan Dasco, UKRI saat ini sudah memiliki 7 fakultas dengan 15 program studi untuk Sarjana Strata 1, serta satu program studi untuk Strata 2. Dan yang cukup menarik, UKRI pun telah memiliki program studi Agroteknologi dan Agribisnis. Tujuannya adalah untuk menciptakan lulusan yang siap berkontribusi pada lingkungan dan ekosistem hijau.
“Program-program ini tidak hanya menekankan aspek agronomi dan manajemen rantai pasok, tetapi juga terintegrasi dengan sains, teknologi, engineering dan matematik, seperti AI untuk mendukung teknologi pertanian sehingga lulusan dapat menjadi katalisator revolusi hijau di perdesaan Indonesia,” terangnya.
Tak cukup sampai di situ, Sufmi Dasco Ahmad juga menyebut jika ada program-program studi baru yang diluncurkan oleh UKRI selanjutnya. Salah satunya adalah program studi bisnis digital, yang menggabungkan menggabungkan kurikulum entrepreneur dengan keterampilan coding, e-commerce, dan analitik data.
Program studi tersebut akan menjadi ajang bagi UKRI untuk membentuk pusat inkubator bisnis dengan harapan dapat melalui melahirkan wirausaha muda yang tangguh.
“Hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam peningkatan peran dunia usaha,” paparnya.

Satu lagi program studi yang juga dibentuk oleh UKRI adalah program magister arsitektur yang diklaim berbiaya sangat terjangkau. Di mana mahasiswa cukup membayar UKT (uang kuliah tunggal) sebesar Rp8 juta per semester untuk dapat mengikuti program pendidikan tersebut.
“Dan demi mendukung akselerasi pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, kami memperkenalkan program studi magister arsitektur dengan biaya terjangkau hanya Rp8 juta per semester tanpa mengurangi kualitas pendidikan,” sambung Dasco.
Dengan program-program studi yang dimiliki UKRI tersebut, Sufmi Dasco Ahmad berharap agar para lulusan kampusnya itu dapat menjadi SDM (sumber daya manusia) yang unggul dan siap berkontribusi bagi pembanguan bangsa dan negara Indonesia ke depan.
“Semoga program-program baru ini menjadi jembatan emas yang menghubungkan akademisi dengan praktisi, menghasilkan inovasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.


