Selasa, 24 Feb 2026
BREAKING
Selasa, 24 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Angin Kencang Landa Sejumlah Wilayah, Ratusan Bangunan Alami Kerusakan

25 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana angin kencang bersamaan dengan kondisi hujan lebat melanda pemukiman warga yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia beberapa hari belakangan ini.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengungkapkan, laporan pertama cuaca ekstrem terjadi di wilayah Grobogan, Provinsi Jawa Tengah.

- Advertisement -

Kejadian ini berlangsung pada Jumat sore (17/10) yang dirasakan masyarakat 4 desa. Keempat desa tersebut tersebar di 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Gabus dan Tegowanu.

“8 keluarga terdampak. Sedangkan kerugian material, rumah rusak berat 6 unit dan rusak ringan 75 unit,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Sabtu (18/10).

- Advertisement -

Kondisi serupa menurut Abdul juga dirasakan warga pada 3 kecamatan di Kabupaten Blora. Hujan intensitas tinggi disertai angin kencang melanda 3 desa dan 1 kelurahan pada Jumat (17/10).

Tercatat ada 23 KK terdampak, kerugian material rumah rusak berat 15 unit dan rusak sedang 6 unit. Akibat kerusakan rumah rusak berat, sejumlah warga mengungsi sementara waktu di kerabat terdekat.

Selain itu, cuaca ekstrem juga terjadi di Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Warga bergotong royong memperbaiki rumah mereka setelah adanya cuaca ekstrem pada Kamis (16/10).

“Bencana ini melanda 1 desa di Kecamatan Dukuhseti. BPBD Kabupaten Pati mencatat rumah rusak ringan 25 unit,” jelasnya.

Sementara itu, angin kencang juga menerjang wilayah Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis (16/10). Peristiwa ini merusak sejumlah rumah di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulan.

Bencana ini berdampak pada 35 KK (112 jiwa) dan 1 keluarga mengungsi. Tercatat rumah rusak sedang 4 unit dan rusak ringan 31 unit.

Pada Jumat (17/10) rumah rusak belum dilakukan perbaikan oleh warga, sedangkan pohon-pohon tumbang telah dibersihkan petugas.

Merespons potensi ancaman bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, angin kencang dan tanah longsor, Abdul mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan.

“Beberapa upaya mitigasi dan pencegahan dapat dilakukan warga secara mandiri, seperti mengecek struktur bangunan atap, membersihkan gorong-gorong ataupun memangkas ranting pohon di sekitar rumah,” imbaunya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
25 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru