HOLOPIS.COM, JAKARTA – Serangan udara Israel menyebabkan kompleks pabrik semen hancur di Ansar, Lebanon, pada Kamis (16/10). Satu orang tewas sementara tujuh lainnya mengalami luka-luka pada Kamis akibat serangkaian serangan udara Israel terhadap posisi Hizbullah di Lebanon selatan, ungkap Pusat Operasi Kedaruratan Kementerian Kesehatan Lebanon.
Kobaran api tampak melahap kompleks pabrik semen di kawasan Ansar, Lebanon, pada Rabu (16/10) malam waktu setempat. Serangan udara Israel yang menyasar wilayah tersebut menimbulkan ledakan besar, diikuti nyala api yang membumbung tinggi dan menyelimuti langit malam dengan asap tebal berwarna oranye.
Sejumlah petugas pemadam kebakaran bersama warga setempat berupaya keras menjinakkan api di tengah puing-puing bangunan yang hangus. Mereka bekerja tanpa henti, menembus asap dan bara dengan peralatan terbatas demi mencegah api menjalar ke area lain
Sementara itu, Israel mengklaim bahwa serangan itu ditujukan terhadap Hizbullah serta sekutu yang beroperasi di wilayah perbatasan.
Diklaim menghantam Fasilitas Sipil
Terlepas dari klaim Israel, Presiden Lebanon Joseph Aoun, menegaskan bahwa serangan Israel justru menghantam wilayah sipil. Ia pun mengecam tindakan Israel yang melanggar kesepakatan gencatan senjata mereka pada tahun lalu.
Sebagai informasi tambahan, saat ini gencatan senjata antara Israel dan Palestina sudah dimulai. Israel dan Palestina pun sudah melakukan pertukaran sandera. Sementara itu warga Palestina berbondong-bondong pulang ke rumah mereka yang sudah tinggal puing-puing.

