K-Pop Rasa Bisnis! Wamen Ekraf Gandeng KOCCA Buka Peluang Bisnis Inovatif


Oleh : Dede Suhadi

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, menggebrak dengan rencana kolaborasi unik bersama Korea Creative Content Agency (KOCCA) melalui gelaran konser K-Life and K-Live awal tahun depan.

Bukan sekadar pesta musik, konser ini disulap menjadi panggung business matching lintas negara yang tak hanya menyentuh subsektor musik, melainkan juga potensi bisnis tak terduga seperti produk kecantikan (beauty) dan kuliner.

Dalam audiensi di Autograph Tower Thamrin Nine, Wamen Ekraf menegaskan bahwa tujuan utama kolaborasi dengan KOCCA adalah menciptakan business matchmaking yang berkelanjutan, khususnya bagi industri musik Indonesia dan Korea.

Uniknya, pandangan ini diperluas dengan konser tidak lagi dilihat hanya sebagai penjualan tiket semata, melainkan sebagai mesin pencipta nilai ekonomi berkelanjutan. Bahkan, Wamen Ekraf berharap perhelatan konser ini bisa digabungkan dengan talkshow K-Pop monetization untuk mendorong kolaborasi lintas negara yang lebih inovatif

“Musik di Indonesia sudah masuk dalam 7 subsektor ekraf prioritas yang punya potensi besar lewat konser sehingga mewujudkan nilai ekonomi berkelanjutan yang tak sekadar penjualan tiket saja,” ujar Wamen Ekraf. .

Direktur Regional KOCCA Indonesia, Lee Gi Haun, membawa optimisme yang tak kalah menarik. Ia meyakini K-Life and K-Live mampu memacu pertumbuhan ekonomi kreatif dengan potensi kolaborasi bisnis yang melebar.

"Banyak hal lain yang bisa disinergikan seperti dengan perusahaan produk kecantikan (beauty) maupun kuliner," ungkapnya, mengisyaratkan bahwa fans K-Pop di Indonesia akan disuguhi lebih dari sekadar penampilan idola mereka.

Lee Gi Haun berharap konser, yang merupakan bentuk apresiasi kepada penggemar musik Korea di Indonesia, akan menjadi tempat bertemunya perusahaan Korea dan Indonesia untuk menciptakan nilai ekonomi.

Lanjutnya lagi, Ia bahkan secara khusus berharap Wamen Ekraf dapat mengisi opening speech saat acara pembukaan, menegaskan keseriusan kolaborasi ini dalam mengundang perusahaan multinasional.

Kolaborasi ini memperlihatkan pergeseran paradigma jika konser K-Pop kini sebagai lokomotif untuk memajukan subsektor ekonomi kreatif lain, membuka peluang baru yang lebih luas dari panggung musik ke meja bisnis.

KOCCA sendiri, yang telah membentuk KOCCA Indonesia sejak 2016, memang dikenal fokus pada pengembangan konten berbasis musik, gim, komik, animasi, IP karakter, fesyen, hingga aplikasi.

Dengan rencana unik menggabungkan talkshow monetisasi dan peluang bisnis kecantikan-kuliner, kolaborasi Wamen Ekraf dan KOCCA ini diprediksi akan menjadi blueprint baru dalam memaksimalkan potensi ekonomi dari gelombang Hallyu di Indonesia.

Tampilan Utama