HOLOPIS.COM, JAKARTA – Cuaca Jakarta dan sekitarnya sedang berada pada fase panas ekstrem beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu udara dapat mencapai 34 hingga 36 derajat Celcius hingga awal November nanti. Kondisi langit yang cerah dan minimnya awan membuat paparan sinar matahari terasa lebih terik dari biasanya.
Fenomena ini bukan hal baru menjelang peralihan musim hujan, tetapi tetap perlu diwaspadai karena bisa berdampak pada kesehatan. Mulai dari dehidrasi, kelelahan, hingga risiko heatstroke bisa terjadi jika tubuh tidak dijaga dengan baik. Nah, agar Sobat Holopis tetap bugar dan aman beraktivitas, berikut lima tips sederhana yang bisa dilakukan selama cuaca panas ekstrem melanda.
1. Hindari Paparan Langsung di Jam Terik
BMKG mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di luar ruangan antara pukul 10.00 hingga 16.00. Pada rentang waktu tersebut, intensitas radiasi matahari sedang berada di titik tertinggi. Jika harus beraktivitas di luar, usahakan mencari tempat teduh atau gunakan payung dan topi lebar sebagai pelindung.
Selain itu, pilih waktu pagi atau sore untuk berolahraga agar tubuh tidak cepat kehilangan cairan.
2. Gunakan Pakaian yang Nyaman dan Melindungi Tubuh
Cuaca panas bukan alasan untuk tampil asal-asalan. Pilih pakaian berbahan ringan seperti katun atau linen yang mudah menyerap keringat. Warna-warna terang seperti putih, krem, atau biru muda juga bisa membantu memantulkan panas.
Jangan lupa gunakan tabir surya minimal SPF 30, topi, dan kacamata hitam untuk melindungi kulit serta mata dari sinar ultraviolet. Langkah sederhana ini bisa mencegah kulit terbakar dan menjaga tubuh tetap sejuk.
3. Perbanyak Minum Air Putih
Dehidrasi adalah musuh utama di tengah suhu yang ekstrem. Biasakan untuk minum air putih secara rutin meski tidak merasa haus. Hindari minuman berkafein dan minuman bersoda karena bisa mempercepat pengeluaran cairan tubuh. Sobat Holopis juga bisa menambah variasi dengan air kelapa atau infused water agar lebih segar dan tetap sehat.
4. Batasi Aktivitas Fisik Berat
Cuaca panas membuat tubuh bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tetap stabil. Karena itu, sebaiknya hindari olahraga atau pekerjaan berat di luar ruangan saat cuaca sedang terik. Bila mulai merasa pusing, mual, atau kulit terasa panas, segera cari tempat teduh dan istirahat sejenak.
Menjaga ritme aktivitas bukan berarti malas, tetapi bentuk kepedulian terhadap kondisi tubuh agar tidak drop di tengah cuaca ekstrem.
5. Pantau Informasi Resmi dari BMKG
Terakhir, jangan lupa untuk rutin memantau update cuaca melalui laman atau aplikasi InfoBMKG. Dengan begitu, kamu bisa tahu kapan hari-hari paling terik dan menyesuaikan jadwal aktivitas. Langkah kecil ini penting untuk menghindari kejadian tak diinginkan akibat paparan panas berlebih.
Cuaca panas ekstrem memang menantang, tetapi bukan berarti tidak bisa dihadapi. Jika Sobat Holopis terus menjaga asupan cairan, melindungi tubuh, dan memantau kondisi cuaca, Sobat Holopis tetap bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman sampai musim hujan tiba.

