HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana angin kencang secara nyaris serentak melanda sejumlah wilayah yang ada di Provinsi Jawa Tengah hingga di Provinsi Jawa Timur.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, bencana alam angin kencang pertama terjadi di Kabupaten Purbalingga, pada Rabu (15/10).
“Cuaca ekstrem berupa angin kencang tersebut menerjang sebuah bangunan empat lantai yang sedang dalam tahap pembangunan. Akibatnya dinding bangunan tersebut ambruk dan menimpa bangunan lain di sekitarnya,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com.
Abdul menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi di Desa Purbalingga Lor, Kecamatan Purbalingga. Akibat peristiwa ini, satu orang mengalami luka berat akibat tertimpa material bangunan.
“Tim gabungan akan melakukan asesmen lanjutan terhadap kelaikan bangunan akibat terdampak angin kencang. Menyusul peristiwa tersebut, lokasi terdampak telah dibatasi dari aktivitas masyarakat karena dinilai masih memiliki potensi ambruk akibat diterjang angin kencang,” jelasnya.
Bencana serupa kemudian juga terjadi di Kabupaten Demak pada waktu yang sama. Kejadian yang dipicu oleh hujan deras disertai angin kencang ini mengakibatkan kerusakan rumah dan pohon tumbang hingga menimpa bangunan di beberapa wilayah.
Adapun wilayah terdampak tersebut meliputi, 10 desa di lima kecamatan, yakni Kecamatan Karangtengah, Kecamatan Demak, Kecamatan Trengguli, Kecamatan Wonosalam, dan Kecamatan Guntur. Akibatnya 55 unit rumah warga terdampak.
“Hingga laporan diterima, tim gabungan masih melanjutkan penanganan rumah terdampak dan pohon tumbang di sejumlah lokasi kejadian,” ujarnya.
Abdul kemudian menambahkan bahwa bencana angin kencang juga landa Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Kejadian tersebut diawali dengan hujan deras yang disertai dengan angin kencang selama kurang lebih satu jam.
Akibat cuaca ekstrem tersebut, sebanyak tiga desa dan dua kelurahan terdampak, yang meliputi Kelurahan Nglegok di Kecamatan Nglegok, Kecamatan Garum, serta Kelurahan Bence, Desa Slorok, Desa Tinggal, dan Desa Kanigoro di Kecamatan Kanigoro.
“Cuaca ekstrem juga mengakibatkan 52 kepala keluarga (KK) terdampak dengan 46 unit rumah mengalami rusak ringan, satu unit fasum terdampak, satu unit fasilitas pendidikan terdampak, dan dua akses jalan terdampak,” jelasnya.

