HOLOPIS.COM, JAKARTA – Tayangan salah satu stasiun televisi nasional menuai kecaman publik setelah dianggap menyoroti kehidupan pesantren secara sepihak dan menimbulkan kesan negatif. Program tersebut memicu gelombang protes dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, anggota DPR, hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI).

